Berita Terbaru
Selasa, 28 September 2010
Universitas Bung Hatta
Kisah Anggota Satpam UBH
SATPAM BUNG HATTA
Kami Diikat Satu Jam
oleh: Adi Hazwar (wartawan harian Singgalang)
PADANG - aBang ini Hendra, Satpam Bung Hatta (Universitas Bung Hatta). Kami kebobolan, ATM di Bung Hatta dirampok,a kata Hendra.
Telepon tersebut ditujukan Hendra kepada Ikhsan, anggota Intelkam Polresta Padang. Sepuluh menit kemudian sebuah mobil patroli Polresta Padang sampai di Tempat Kejadian Perkara (TKP) disusul mobil aparat kepolisian lainnya.
Itulah langkah pertama yang diambil Hendra, 35, Satpam Universitas Bung Hatta (UBH), yang disekap dan sempat dipukul kepalanya oleh kawanan rampok yang menggasak ATM Bank Nagari, ATM Bukopin dan ATM BNI, Sabtu (25/9) subuh lalu setelah kawanan tersebut meninggalkan kampus yang terletak di kawasan Ulak Karang, Padang itu.
Setelah Hendra menelepon Ikhsan, Hendrik Rizal, 35, juga Satpam UBH yang disekap kawanan rampok tersebut, menelepon Muncak, anggota Intelkam Polresta Padang dan Andoyo, anggota Resmob.
Kecepatan kedua anggota Satpam UBH tersebut menghubungi anggota kepolisian tampaknya merupakan salah satu penyebab terungkapnya kawanan rampok itu.
Setelah saya lihat hasil CCTV Bank Nagari, saya berkesimpulan ini aksi kelompok Pariaman, makanya pengejaran langsung diarahkan ke Pariaman,a kata Wakapoltabes Padang, AKBP Wisnu Handoko.
Dipukul
aSaat ditodong pistol kawanan rampok, saya berpikir inilah akhir hidup saya. Saya sempat dipukul bagian belakang kepala karena masih melihat ke mana-mana ketika kawanan rampok memerintahkan untuk tidak bergerak. Namun setelah kami diikat kaki dan tangan serta mata dan mulut dilakban, mereka memberi saya alas untuk kepala, baru saya berpikir, masih ada harapan untuk hidup,a kata Hendra kepada Singgalang, Senin (27/9) di Kampus UBH, Ulak Karang, Padang.
Setelah azan Subuh baru terdengar suara dua mobil keluar. Beberapa saat kemudian, Hendra mencoba memanggil aBang, Bang, Bang,a tidak ada jawaban. Setelah dipastikan kawanan itu pergi, Hendra memanggil Hendrik. Hendrik yang pertama kali melepaskan dirinya dari ikatan baru kemudian membantu melepaskan ikatan tangan dan kaki.
aSetelah ikatan lepas saya melihat hp saya yang lagi dicharge di atas lemari, saya langsung ambil HP dan cari nomor Pak Ikhsan, intel Polresta,a kata Hendra. Ditambahkannya, ada sekitar satu jam mereka disekap di Posko Satpam.
Menurut Kepala Satpam, Amran, saat kejadian ada tiga Satpam bertugas, yaitu Hendra, Hendrik Rizal dan April Chan. Ketiganya disekap dengan tangan diikat ke belakang, kaki diikat serta mata dan mulut ditutup lakban. Ketiganya bersama dua warga lainnya, Yudisman dan Yunisrikon disekap di ruang Posko Satpam.
Yudisman dan Yunisrikon, warga yang melintas dengan sepeda motor di depan ATM ketika kawanan tersebut beraksi. Mereka a~diambilaTM di Masjid Nurjanah di kompleks kampus. Kedua warga itu langsung digiring dengan mulut dan mata dilakban.
Amran berharap pihak bank yang mempunyai ATM di kampus tersebut menempatkan tenaga keamanannya di sana karena Satpam UBH jumlahnya terbatas. Amran juga berharap seluruh ATM dilengkapi CCTV seperti ATM Bank Nagari.
Normal
Pascaperampokan ATM, kampus berjalan normal, kuliah berjalan seperti biasa, pengamanan semakin ditingkatkan, pada jadual-jadual tertentu ada penambahan tenaga Satpam dan koordinasi dengan pihak kepolisian ditingkatkan.
aKarena kalau dibebankan ke Satpam Bung Hatta saja, itu tidak mungkin,a kata Rektor UBH, Prof. Hafrijal Syandri, didampingi Kabag Humas, Indrawadi kepada Singgalang. (*)
sumber: http://hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=877