KKN-PPM UBH:Camat Sungayang Minta Seluruh Kenagarian  Bentuk Bank Sampah Berita Terbaru
Rabu, 24 Agustus 2011
Universitas Bung Hatta

KKN-PPM UBH:Camat Sungayang Minta Seluruh Kenagarian Bentuk Bank Sampah

Keinginan mewujudkan proses pengolahan sampah yang teratur dengan terbangunnya bank sampah di kenagarian-kenagarian Kecamatan Sungayang, sepertinya harus melalui proses sosialiasasi yang berkelanjutan. Untuk merealisasikan bank sampah tersebut, pihak Kecamatan akan mempelajari bank sampah yang di kelola Universitas Bung Hatta. aRencana pendirian bank sampah di Kecamatan Sungayang ini memang sudah ada, tapi demikian tentunya kami masih harus merundingkan dengan LPM, Walinagari, tokoh masyarakat dan juga para ketua Joronga ujar Drs. Elvi Sandri,MSi Camat Kecamatan Sungayang Kab.Tanah Datar. Hal itu dikatakannya saat tim Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Bung Hatta bekerjasama dengan mahasiswa UBH yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pengabdian Pembelajaran Masyarakat (KKN-PPM) di ruangan pertemuan LPM Nagari Sungayang, Selasa (23/8). Sosialisasi pengelolaan sampah itu dihadiri juga dihadiri Walinagari Sungayang, Walinagari Andaleh Baruh Bukik, Bagian lingkungan hidup kecamatan, Kapolsek Sungayang, perwakilan Puskesmas Sungayang, tokoh mayarakat, mahasiswa KKN-PPM UBH dan undangan lainnya. Ia menambahkan, keinginannya untuk mendirikan bank sampah di Sungayang, ketika usai upacara peringatan Proklamasi Kemerdekaan ke 66 lalu, bertemu dengan mahasiswa UBH yang sedang melaksanakan KKN-PPM dan meminta kepada mahasiswa agar mencarikan solusi bagaimana pengelolaan sampah di wilayahnya. Permintaan Camat itu pun langsung disambut PSLH UBH yang sedang giat-giatnya mensosialisasikan pengelolaan sampah dengan mendirikan Bank Sampah. aKarena itu sebelum kami membangun bank sampah, kami harus melakukan sosialisasi kepada seluruh warga bersama unsur terkait, seperti LPM, walinagari, jorong dan tokoh masyarakat serta masyarakat, keberadaan bank sampah ini nantinya sangat positif bagi kesejahteraan warga, karena dari bank sampah inilah bisa dijadikan pengasilan sampingan warga,aujarnya lagia. Ketua PSLH UBH Prof.Dr.Nasfrizal Carlo,MSc mengatakan, Sampah tidak selamanya berupa limbah yang tidak memiliki nilai sama sekali, sampah bisa menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat apabila diolah menjadi produk bermanfaat. Menurutnya lagi, progam bank sampah adalah salah satu bagian terjemahan dari Gerakan 3R (Reduce, Reuse, dan Recyle). "Diharapkan program seperti ini dapat membantu pemerintah dalam mengurangi jumlah sampah," paparnya. Sementara itu, Dr. Eng. Reni Desmiarti, MT menambahkan, bank sampah itu maksudnya adalah sistem pengelolaan sampah rumah tangga dengan menabung sampah yang terpilah ke bank yang didirikan masyarakat. aWarga menabung bukan dalam bentuk uang, tetapi dalam bentuk sampah terpilaha ujarnya lagi. Saat sosialisasi itu, tim PSLH-UBH juga menghadirkan ibu Sofiati warga Tepi Selo Lintau Buo, yang telah berbuat dengan mengelola sampah sebagai kerajinan tangan, di sertai dengan contoh bunga-bunga plastik yang terbuat dari botol-botol air mineral, kantong kresek, sisa kapas kosmetik menjadi sebuah kerajinan tangan yang indah untuk meningkatkan perekonomiannya dari sampah.