Kreativitas Tersandung Dana Berita Terbaru
Selasa, 06 Maret 2007
Universitas Bung Hatta

Kreativitas Tersandung Dana

Kurangnya minat mahasiswa eksakta untuk membuat tugas akhir (TA) berupa produk teknologi tepat guna, lebih disebabkan tak adanya dana penelitian buat mereka (mahasiswa, red). Oleh sebab itu, tak jarang kini, mahasiswa lebih memilih TA bersifat pengujian daripada membuat alat. aTidak itu saja. Fenomena tersebut juga lebih disebabkan mahasiswa yang tak ingin lama tamat. Karena seperti yang kita ketahui, untuk membuat sebuah produk teknologi tepat guna (TTG), paling tidak membutuhkan waktu ekstra dibanding TA pengujian,a terang Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) UBH Padang Ija Darmana MT yang ditemui harian padang ekspres di Padang, kemarin. Secara prinsip, kata Ija, lembaga pendidikan tak bisa memaksakan mahasiswanya untuk membuat produk TTG. Karena kalau dipaksakan, dan ternyata mereka (mahasiswa, red) tidak suka, maka hal itu akan sia-sia. aPembuatan TA tersebut pada dasarnya terdiri atas dua konsep. Yakni TA untuk pengembangan keilmuan aplikasi. Jika tetap dipaksakan, dalam hal ini seorang mahasiswa untuk membuat TA aplikasi, takutnya akan dapat mematikan kreativitas mahasiswa tersebut,a ungkap tamatan S2 ITB itu. Tak Ada Dana Sejumlah produk TTG, bukannya tidak ada dihasilkan di UBH. Hanya saja, karya itu jarang dimanfaatkan untuk dunia praktis. Khusus proyek penelitian dalam rangka pengabdian masyarakat, jelas Ija, biasanya ada mendapat bantuan sumber dana dari sejumlah perusahan melalui dana block grant. aDalam hal pengerjaannya, dosen dibantu mahasiswa. Yang dosennya tertolong, sementara mahasiswanya terselamatkan. Seperti halnya, hingga saat ini kita telah mampu membuat mesin pengupas ubi, mesin penanam jagung yang sedianya pula telah kita serahkan di Batusangkar. Lain dari itu, kita juga telah berhasil membuat mesin perontok jagung, pengolah biji besi, pemecah plastik dan pengiris ubi,a ujar tamatan S1 UBH itu. Ketua Kopertis X Noverman Jamarun saat dihubungi padang ekspres membenarkan tak adanya dana penelitian buat mahasiswa. aKita dalam hal ini, hanya punya dana untuk bantuan pembuatan proposal penelitian dosen. Yang mana nantinya dana proposal penelitian tersebut juga bisa dipakai oleh mahasiswa untuk penelitian bersama dosen,a pungkas Noverman. sumber :(san-padangekspres.co.id)