Berita Terbaru
Sabtu, 09 Juli 2005
Universitas Bung Hatta
Kualitas Pengajar Perlu Ditingkatkan
Dunia pendidikan di Kota Padang khususnya dan Sumbar pada umumnya perlu penambahan sarana dan prasarana serta peningkatan kualitas tenaga pengajar. Demikian diungkapkan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UBH Padang, Drs Syamsul Huda MPd ketika ditemui di ruang kerjanya, kemarin.
Dikatakannya, pendidikan Kota Padang yang terjadi sekarang masih menggunakan pola konvensional dimana guru menerangkan di kelas dan anak didik menerima tanpa adanya partisipasi aktif dari anak didik. Syamsul Huda juga mengatakan, ia sangat setuju sekali dengan adanya standarisasi yang telah diterapkan pada Ujian Nasional, kemarin. Hal ini bisa menambah semangat belajar pada siswa yang bersangkutan. “Serta berperan lebih aktif untuk mencari bahan pelajaran yang dirasanya belum mencukupi,” ujarnya lagi.
Selain itu untuk peningkatan mutu juga telah diadakan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dimana ada pertemuan rutin antar guru pelajaran untuk membahas dan mendiskusikan persoalan dikelas.Hal ini bertujuan agar persoalan yang ada dapat teratasi sesegera mungkin. Selain peningkatan sarana dan prasarana juga ada peningkatan tenaga pengajar. Banyaknya seminar dan pelatihan untuk guru ada yang beranggapan bahwa pertemuan antar guru tersebut hanya sebagai ajang silaturrahmi saja dan ini dibantah dengan tegas oleh dekan yang tamatan pendidikan bahasa Inggris UNP ini.
Ia mengatakan, jika ada orang yang berpandangan serta berpendapat begitu orang tersebut belum mengerti tentang pendidikan. Ketika disinggung bagaimana sebaiknya pemerintah daerah (Pemda) menyikapi dunia pendidikan ini, Syamsul Huda berpendapat agar Pemda lebih menganggarkan dana yang lebih banyak pada dunia pendidikan agar standar mutu serta kualitas pendidikan di kota ini bisa lebih meningkat. Selain itu diharapkan Pemda melalui Depdiknas agar memantau siswa-siswa yang berprestasi tetapi berasal dari kalangan ekonomi lemah agar dapat melanjutkan pendidikannya tanpa dipikirkan oleh biaya. Jika dilihat keseriusan pemerintah pusat menangani pendidikan ini Syamsul mengatakan bahwa Anggaran APBN untuk pendidikan masih sangat sedikit dibandingkan dengan negara tetangga.
Saat sekarang pemerintah hanya menganggarkan 12 persen dari APBN, sedangkan Malaysia sudah mencapai 20 persen anggarannya untuk pendidikan. Dengan kenyataan dunia pendidikan sekarang diharapkan pemerintah lebih serius menangani hal ini dan bisa mengembalikan pendidikan seperti keadaan dulu dimana negara tetangga banyak yang belajar ke negara ini. (sumber : Nenni Kumalasari- padangekspres.com)