Berita Terbaru
Rabu, 11 Maret 2009
Universitas Bung Hatta
Kurikulum Soft Skill Kreatifkan Mahasiswa Kupu-kupu
Universitas Bung Hatta akan menerapkan kurikulum soft skill untuk meningkatkan integritas dan kemampuan mahasiswa. Kurikulum ini akan diterapkan bagi mahasiswa angkatan 2007 dan 2008.
Program ini diyakini ampuh meningkatkan kreativitas mahasiswa yang punya kebiasaan kuliah pulang-kuliah pulang (kupu-kupu)
"Ketatnya persaingan dunia kerja menuntut para lulusan sarjana untuk meningkatkan integritas dan memiliki ketrampilan tambahan. Lulusan UBH tidak hanya membawa IPK yang memuaskan setelah tamat nanti, tetapi juga harus punya keterampilan tambahan dan keunggulan khusus supaya punya banyak peluang, karena didalam hal persaingan, Perguruan Tinggi Swasta (PTS) masih belum sejajar dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN)," kata Wakil Rektor III Universitas Bung Hatta Susi Herawati dalam sosialisasi kurikulum soft skill kepada mahasiswa di kampus UBH Padang, Rabu (11/3).
Menurutnya, kurikulum soft skill maksudnya adalah adanya kurikulum tambahan diluar akademis yang menjadi poin bagi para mahasiswa sebagai persyaratan kelulusan. Kurikulum tersebut terdiri beberapa poin seperti minat dan bakat, pengabdian masyarakat.
"Misalnya jika menghadiri seminar maka akan mendapat poin, lalu ada juga poin untuk mengikuti lomba seperti lomba karya tulis, atau menjadi panitia penyuluhan di lapangan sebagai bagian dari kurikulum pengabdian masyarakat," kata Susi.
Rencananya poin untuk kurikulum soft skill ini berjumlah 60, terdiri dari poin untuk acara berkala nasional, 40 poin, regional 20 poin dan lokal 10 poin.
"Ini adalah tindak lanjut dari program dikti untuk mengembangkan kreativitas mahasiswa, kurikulum yang telah disiapkan pada bulan Juni 2008 lalu menetapkan angka kredit kegiatan mahasiswa," kata Susi.
Meskipun Peraturan Rektor Universitas Bung Hatta Nomor 1 Tahun 2009 tentang Pedoman Penilaian Kegiatan Ekstra Kurikuler (KESKUL) Mahasiswa ini belum disahkan namun kurikulum ini direncanakan akan berjalan efektif awal April setelah ada revisi dari aturan-aturan yang masih perlu dikaji lagi, jelas Susi.
Sementara secara terpisah Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya UBH Endut Ahadiyat yang juga salah satu anggota tim perancang kurikulum ini mengatakan, dengan adanya penetapan angka kredit kegiatan kemahasiswaan penunjang akademik diharapkan mahasiswa lebih berkreativitas didalam maupun diluar kampus.
"Mahasiswa yang biasanya kupu-kupu (kuliah pulang- kuliah pulang) akan dipupuk untuk aktif selain di akademik juga dalam kegiatan kemahasiswaan," kata Endut. ( sumber : http://padangkini.com/headline.php?sub=berita&id=3730)