Berita Terbaru
Jumat, 12 Agustus 2005
Universitas Bung Hatta
Lomba Baca Puisi
“Negeri Tanpa Tuhan”!. Pemimpin – pemimpin yang menjijikan, masyarakat yang bebal dan tak bisa ditolong. Terikan itu memecah kesunyian pelataran parkir gedung H Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta Padang, kemarin. Dibawah tenda sederhana seorang siswa salah satu SMA di Kota Padang dengan puisi karya besar Emha Ainun Nadjib berjuang memukau ratusan penonton.
Lomba baca puisi tingkat SMA se-Kota Padang yang digelar dua hari 12 hingga 13 Agustus 2005 itu dilaksanakan atas kerjasama Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta dengan Dewan Kesenian Kota Padang. Hadir pada acara yang dibuka Pembantu Rektor III, Ir. Nursyaifi Yulius, M.Tech, sejumlah kalangan birokrat. Diantaranya Wakil Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Drs. Zakiardi dan Ketua Dewan Kesenian Kota Padang, Darman Moenir serta sejumlah undangan lainnya.
Dimata Nursyaifi Yulius, yang mewakil Rektor Universitas Bung Hatta, puisi ada kaitannya dengan pembentukan kebudaayan bangsa. Setidaknya ia adalah motivasi dalam pengembangan daya saing bangsa dewasa ini yang sudah mengalami penurunan. Penurunan itu tercermin dari rendahnya kreatifitas mahasiswa. Terutama kreatifitas dibidang ekstra kolikuler kemahasiswaan.
“Kita patut bangga atas kegiatan lomba baca puisi yang diikuiti 66 peserta dari 20 SMA se-Kota Padang serta kalangan umum dan mahasiswa itu,” tukas Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan itu.
Seperti ditambahkan Ketua Panitia, Dra. Puspawati, MS, ke-66 peserta yang ikut bertarung dalam gelanggang lomba baca puisi itu diharuskan membawa 2 puisi masing – masing berkategori wajib dan pilihan.
Puspawati yang juga Ketua Jurusan Sasta Indonesia itu menyebutkan, kegiatan musikasi puisi itu selalu dilaksanakan Hima Jusrusan Sastra tiap tahun dalam rangka memperingati wafatnya penyair kesohor Chairil Anwar.
“Selain siswa SMA se-Kota Padang lomba juga diikuti kalangan umum serta mahasiswa. Kita berharap kegiatan serupa dapat perhatian positif semua pihak demi terangkatnya kesusastraan Indonesia dan daerah. Selain itu, kami juga berharap agar generasi penerus dapat memahami dan mencintai kesusastaan Indonesia,” sebut Puspawati.
Kegiatan lomba puisi itu dinilai positif, Drs. Zakiardi, Wakil Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang. Cuma saja menurut Zakiardi, setiap kepala sekolah yang mengirim siswanya mesti mendapatkan rekomendasi Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang. Hal itu lantaran kegiatan tersebut dilaksanakan diluar kegiatan proses belajar mengajar.