Fakultas
Magister Manajemen Universitas Bung Hatta Reorientasi Kurikulum Berbasis OBE, Perkuat Kompetensi Lulusan Hadapi Dunia Kerja
Program Studi Manajemen (S2), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bung Hatta melaksanakan Reorientasi Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang dilaksanakandi Ruang Sidang Pascasarjana Universitas Bung Hatta pada 11 Agustus 2026.
Narasumber kegiatan, Hendra Lukito, S.E., M.Si., Ph.D., dalam pemaparannya menekankan pentingnya pemahaman yang komprehensif mengenai implementasi Outcome-Based Education dalam pengembangan dan pelaksanaan kurikulum.
Menurutnya, OBE bukan sekadar perubahan dokumen kurikulum, tetapi merupakan perubahan paradigma dalam penyelenggaraan pendidikan. Seluruh komponen pembelajaran harus saling terhubung dan diarahkan untuk mencapai kompetensi lulusan yang telah ditetapkan.
“Terpenting dalam implementasi OBE adalah adanya keselarasan antara profil lulusan, CPL, CPMK, metode pembelajaran, serta asesmen. Setiap mata kuliah harus memberikan kontribusi yang jelas terhadap pencapaian kompetensi lulusan,” jelasnya.
Pendekatan tersebut mendorong program studi untuk memastikan bahwa setiap mata kuliah memiliki kontribusi yang terukur terhadap kompetensi lulusan. Dengan demikian, kurikulum tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi menjadi instrumen strategis untuk membentuk lulusan yang mampu menjawab kebutuhan organisasi dan perubahan lingkungan bisnis.
Ketua Program Studi Manajemen (S2) Universitas Bung Hatta, Rika Desiyanti, S.E., M.Si., Ph.D., menyampaikan reorientasi kurikulum menjadi langkah penting untuk memastikan penyelenggaraan pendidikan Magister Manajemen tetap adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dunia usaha, dan kebutuhan masyarakat.
"Penerapan kurikulum berbasis OBE membutuhkan keselarasan antara profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), bahan kajian, mata kuliah, strategi pembelajaran, hingga sistem asesmen," sebutnya.
Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh proses pembelajaran dirancang secara sistematis dengan berorientasi pada kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusan.
"Tentunya lulusan diharapkan memiliki kemampuan analitis, kepemimpinan, inovasi, serta kemampuan mengambil keputusan dalam menghadapi berbagai tantangan organisasi dan bisnis,” ungkapnya.
Dekan FEB Universitas Bung Hatta, Dr. Hj. Listiana Sri Mulatsih, S.E., M.M., CEAP, menyampaikan engembangan kurikulum harus dilakukan secara dinamis dan responsif terhadap perubahan lingkungan global. Pembahasan kurikulum tidak semata-mata berkaitan dengan dokumen akademik, tetapi juga menyangkut kompetensi yang akan dibawa mahasiswa setelah menyelesaikan studi.
“Sekarang kita tidak sekadar membahas kurikulum, tetapi sedang memikirkan kompetensi apa yang akan dibawa mahasiswa saat mereka tamat studi,” ujarnya.
Ia menambahkan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional, kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, kreativitas, inovasi, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.
"Reorientasi kurikulum berbasis OBE diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara proses pendidikan di perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata dunia profesional. Lulusan Magister Manajemen diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilannya dalam pengambilan keputusan strategis, pengelolaan organisasi, pengembangan bisnis, serta pemecahan berbagai persoalan manajerial," ungkapnya.
Kegiatan Reorientasi Kurikulum Berbasis OBE ini juga memberikan dampak terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi untuk menghasilkan lulusan yang unggul, dan profesional.