Mahasiswa Arsitektur UBH, Eksplorasi Wisata Arsitektur Minangkabau Berita Terbaru
Kamis, 12 Maret 2009
Universitas Bung Hatta

Mahasiswa Arsitektur UBH, Eksplorasi Wisata Arsitektur Minangkabau

Adalah sesuatu yang wajar apabila generasi muda memiliki komitmen terhadap pelestarian dan pemeliharaan warisan budaya leluhurnya. Begitulah yang terjadi pada arsitektur Minangkabau. Rumah gadang yang merupakan khas arsitektur Minangkabau juga merupakan sumber ilham yang tiada habis untuk dijadikan dasar perancangan bentuk arsitektur modern yang mampu mengungkapkan bentuk lingkungan dan ruang hidup sesuai kaidah di masyarakatnya Setidaknya itulah yang tergambar dalam Pameran Hasil Karya karya mahasiswa jurusan Teknik Arsitektur di lantai I gedung G kampus I Univ. Bung Hatta yang akan berlangsung sampai tanggal 15 Maret esok. Menurut Ketua Panitia, Rizania Tissa Pada pameran tersebut digelar berbagai hasil karya, antara lain : Greenmap (pemetaan tentang kebudayaan, pusaka dan dan saljana), Heritage trail Pariangan (peta kebudayaan Pariangan), dan beberapa maket. Di samping itu ada pagelaran musik acustik yang cukup menarik untuk dinikmati. Karya-karya tersebut merupakan hasil dari kegiatan Kuliah Kerja Lapangan yang dilaksanakan di Kenagarian Rao-rao, Kecamatan Sungai Tarab, Tanah Datar beberapa minggu yang lalu. Tissa menambahkan, dari karya-karya mahasiswa Arsitektur itu, salah satu yang menarik untuk difollow up adalah adanya usulan mahasiswa kepada Wali Nagari dan Camat berupa disain desa wisata. Karena desain itu merupakan satu ide cemerlang yang perlu dikembang kan dan disikapi dengan serius untuk segera ditindaklanjuti. Dukungan Sementara itu, praktisi wisata Sumatera Barat Ridwan Tulus yang menyempatkan hadir mengatakan, Arsitektur Rumah Gadang khas Sumatera Barat yang memiliki atap begitu indah dapat dijadikan daya tarik wisata cultural dan budaya yang terpancar melalui keunikan yang berbeda dibandingkan dengan daerah lain. Menurutya lagi, Apabila suatu kota terdapat sesuatu yang mengagumkan serta menarik perhatian, akan berdampak dan memberi kesan mendalam bagi pengunjung, terutama para wisatawan. Visit Indonesia akan lebih berhasil dalam segi ekonomi bagi masyarakat setempat apabila para pembuat keputusan berusaha mendayagunakan segala potensi yang ada, terutama wujud peninggalan arsitektur tradisional yang memiliki jati diri yang sarat makna dan sulit didapat di lain-lain daerah. Untuk mendukung usaha pelestarian budaya daerah setempat, alangkah baiknya apabila kegandrungan pada pencarian jati diri juga disosialisasikan oleh pemerintah daerah kepada masyarakat, khususnya kepada para pengembang, tukas Ridwan. Dari pameran karya mahasiswa itu, Ridwan berharap agar, kedepan dalam bingkai pemerintahan, adalah tanggung jawab pemerintah daerah melestarikan atau mempertahankan bentuk-bentuk fisik arsitektur tradisional berikut lingkungannya karena akan lahir semangat masa lampau yang hampir terkikis habis oleh pergantian zaman.