Lewati ke konten utama
Mahasiswa Arsitektur Universitas Bung Hatta Eksplorasi Ruang Kota melalui Kuliah Lapangan Fakultas
Jumat, 02 Oktober 2026
Ubay

Bagikan:

Mahasiswa Arsitektur Universitas Bung Hatta Eksplorasi Ruang Kota melalui Kuliah Lapangan

Mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta mendapatkan pengalaman belajar langsung melalui kuliah lapangan mata kuliah Arsitektur Kota pada 1 Otkober 2026.

Kegiatan yang dipandu oleh dosen pengampu, Dr. Al Busyra Fuadi, S.T., M.T., ini mengajak mahasiswa mengamati dan mengeksplorasi kondisi ruang kota serta karakter arsitektur secara langsung di lapangan.

Pada tahap awal, mahasiswa melakukan observasi di kawasan sekitar Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Ulak Karang, Padang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual sebelum mahasiswa melanjutkan eksplorasi ke sejumlah kawasan perkotaan di Kota Padang pada pertemuan berikutnya.

Dr. Al Busyra Fuadi, S.T., M.T., menjelaskan pembelajaran Arsitektur Kota tidak cukup hanya dilakukan melalui teori di ruang kelas. Mahasiswa perlu melihat secara langsung bagaimana ruang kota terbentuk, bagaimana bangunan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, serta bagaimana aktivitas masyarakat memengaruhi karakter suatu kawasan.

"Melalui kuliah lapangan, mahasiswa diarahkan untuk mengamati berbagai elemen pembentuk kota, antara lain tata guna lahan, struktur dan pola ruang, elemen fisik kota, karakter bangunan, hingga mobilitas pejalan kaki. Hasil pengamatan tersebut kemudian menjadi bahan diskusi untuk memahami berbagai persoalan dan strategi penataan ruang kota yang berkelanjutan," ungkapnya

Pada tahap eksplorasi kawasan Kota Padang, mahasiswa juga akan mengunjungi sejumlah kawasan yang memiliki nilai sejarah dan arsitektur, seperti koridor Batang Arau, kawasan klenteng, dan Pasar Gadang. Di lokasi tersebut, mahasiswa dapat mengamati bangunan bersejarah, mengidentifikasi nilai warisan budaya (heritage), serta memahami berbagai tantangan dalam pelestarian arsitektur dan kawasan perkotaan.

"Selain mengamati kondisi fisik bangunan, mahasiswa diberikan kesempatan untuk menggali informasi mengenai sejarah dan latar belakang bangunan yang diamati. Informasi tersebut mencakup arsitek atau perancang, proses pembangunan, penggunaan material, fungsi bangunan, hingga konsep arsitektur yang diterapkan," sebutnya.

Menurut Dr. Al Busyra, pengalaman belajar secara langsung di lapangan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami ruang dan arsitektur secara lebih utuh. Mahasiswa dapat melihat detail bangunan dari dekat sekaligus menghubungkan teori yang dipelajari di kelas dengan kondisi nyata di lingkungan perkotaan.

"Kegiatan kuliah lapangan tersebut dapat meningkatkan kepekaan mahasiswa dalam membaca karakter ruang, memahami konteks lingkungan, serta mengembangkan kemampuan merancang bangunan dan kawasan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan kota," tutupnya.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian SDG 4 (Pendidikan Bermutu), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), dan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pembelajaran berbasis pengalaman melalui pemahaman terhadap perancangan arsitektur perkotaaan yang kontekstual dan berkelanjutan.