Berita Terbaru
Senin, 17 April 2006
Universitas Bung Hatta
Mahasiswa Bung Hatta kembali terkirim ke Jepang
Sejak ditanda tanganinya MoU antara Universitas Bung Hatta (UBH) dengan Sonoda Women’s University (SWU) Hyugo Jepang pada tahun 2002, maka Universitas Bung Hatta telah mengirimkan mahasiswanya untuk yang ke 4 (empat) kalinya dalam rangka belajar bahasa dan kebudayaan Jepang selama 1 (satu) tahun. Seluruh biaya hidup, biaya sekolah dan perjalanan pulang-pergi ke Jepang termasuk buku-buku semuanya dibiayai oleh pihak SWU bekerja sama dengan HUMAP (Hyugo University Mobility in Asia and the Fasific). Sebelumnya, UBH dan SWU telah bekerjasama denga AIEJ dan JASSO, yaitu asosiasi yang bergerak di bidang pelayanan pendidikan di Jepang.
Karena universitas (SWU) ini hanya menerima kaum wanita, maka calon penerima beasiswa yang diterima pun semuanya hanya kaum wanita atau mahasiswi. Akan tetapi karena kerjasama ini tidak terbatas pada kalangan mahasiswa maka dalam waktu dekat akan ditindak lanjuti dengan mengirimkan beberapa dosen dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Bung Hatta yang akan mengajar di sana. Materi kuliah yang akan diajarkan di sana tentang bahasa dan kebudayaan Indonesia, juga tentang peranan wanita dalam kehidupan sosial di Indonesia, dan tentu persyaratan untuk menjadi dosen tamu ini tidak terbatas untuk kaum wanita saja.
Anggota HUMAP saat ini ada 96 Universitas dari seluruh dunia dan Universitas Bung Hatta adalah universitas yang ke 3 di Indonesia (setelah Universitas Borobudur dan Universitas Indonesia) yang telah resmi bergabung sejak tahun 2002.
Ketua Jurusan Sastra Jepang, Drs. Anwat Nasihin, M.Hum, mengatakan bahwa selama di Jepang para mahasiswi yang datang dari berbagai negara ini akan diberikan mata kuliah pilihan sesuai dengan minatnya. Dan mata kuliah yang diambilnya disana secara otomatis akan diakui atau di konversi dengan mata kuliah yang ada di Jurusan Sastra Jepang Universitas Bung Hatta. Disamping itu, ada beberapa kegiatan extrakulikuler yang berkaitan dengan pendalaman materi dan aplikasi kebudayaan, seperti klub menari, origami, shuji, dan lain-lain yang boleh diikuti oleh mahasiswi-mahasiswi ini.
Dengan adanya berbagai kesempatan belajar ke Jepang secara gratis ini, tentu diharapkan akan menambah peminat yang masuk ke Universitas Bung Hatta, khususnya ke jurusan Sastra Jepang. Meskipun diakui oleh Anwar bahwa jumlah peminat yang memilih sastra Jepang tiap tahunnya boleh dikatakan stabil, artinya tidak terlalu terpengaruh oleh kecendrungan berkurangnya peminat yang memasuki universitas-universitas swasta beberapa tahun ini.
Harapan tersebut di atas tentu saja dibarengi dengan usaha-usaha lain, misalnya dalam pada awal bulan Mei 2006 Jurusan sastra Jepang akan menyelenggarakan Festival Kebudayaan Jepang (bunkasai) se Sumatera Barat yang ke VI. Kegitan ini dilaksanakan atas kerja sama dengan Konsulat Jepang di Medan, The Japan Foundation, dan Minang Kikin.