Berita Terbaru
Kamis, 28 Juli 2011
Universitas Bung Hatta
Mahasiswa KKN-PPM UBH Eksplorasi Nagari Tepi Selo
Meski baru perdana Universitas Bung Hatta (UBH) melakukan Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) antusiasme dan sambuan pemerinatah daerah dan masyarakat sangat baik dengan kedatangan mahasiswa KKN tersebut. Sebanyak 1.081 mahasiswa KKN-PPM dari 7 Fakulatas disebar ke empat kabupaten di Sumatera Barat, yakni Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Timur, Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Tanah Datar.
Dan salah satunya di Nagari Tapi Selo Kabupaten Tanah Datar, terdapat 20 peserta. Gunanya KKN ini untuk proses pembelajaran, menambah pengalaman, wawasan bagi mahasiswa dan masyarakat dalam pada proses pembangunan sosial serta dapat mengeksplor dan menganalisa potensi yang ada di nagari tersebut
Seperti yang dilaporkan Roza Fitria Wati, Peserta KKN-PPM UBH Nagari Tapi Selo melalui grup di akun Facebook, ia mengungkapkan Pemerintah setempat sangat apersiasi sekali dengan kedatangan mahasiswa KKN di Nagari Tapi Selo, Senin (25/05/11).
Menurut Indrawadi, Sip Humas UBH, menjelaskan dengan dibuatnya grup di Facebook, lantaran banyak mahasiswa UBH memiliki akun Facebook sehingga bisa digunakan sebagai media untuk berbagi informasi selama KKN. Grup tersebut bernama a~POSKO KKN-PM UNIVERSITAS BUNG HATTA 2011aTM.
Roza menceritakan pada hari pertama KKN-PPM UBH, Selasa (26/07/2011), ia dan rekan-rekannya pada pagi hari menghadiri acara penyambutan mahahasiwa KKN-PPM UBH yang diadakan oleh Desman Effendi Wali Nagari di Nagari Tapi Selo. Posko KKN-PPM UBH Nagari Tepi Selo terletak di Rumah Tuanku Lintau di Jorong Tangah Padang. Rumah Tuanku Lintau ini merupakan rumah adat Nagari Tapi Selo
Setelah sholat dzuhur, mengunjungi petani organik atau pualam organik Nagari Tapi Selo. Sorenya, pergi ke pasar atau disebut balai tangan dan malam harinya di undang pemuda menyaksikan latihan pencak silat nagari tapi selo.
Di hari kedua, Rabu (27/07/2011), mahasiswa KKN-PPM UBH mulai mengeksplorasi Nagari Tepi Selo dengan mengunjungi Kantor Camat Lintau Buo Utara bersama Wali Nagari. Setelah itu, pergi ke Jorong Kajai untuk mengunjungi salah satu Sekolah Dasar (SD) terbaik di Nagari Tapi Selo.
aAlhamdulillah saat ke sana disambut baik oleh Kepala Sekolahnya dan disana kami membahas program tambahan mahasiswa di bidang pendidikan di sekola tersebuta ungkap Roza Mahasiwa Akuntansi via Facebook.
Kemudian siang harinya dilanjutkan melihat kegiatan masyarakat setempat yang memiliki mata pencarian sebagai pembuat alat dan perlengkapan rumah tangga dari besi seperti pisau, parang, ladiang, kapak, sabit dan lainnya.
Dalam sehari masyarkat dapat produksi 50 buah akan tetapi masyarakat menjulanya kepada tengkulak sehingga kehidupan mereka jadi sangat amat sederhana. Maka dari itu masyarakat disana disebut Pandai Besi.
Menjelang ashar peserta KKN-PPM UBH makan bersama dengan Wali Nagari. Sore harinya, peserta KKN-PPM UBH menjelajah seluruh Nagari Kecamatan Lintau Buo dan Lintau Buo Utara.
aKami melihat kantor kantor wali nagari, kediaman Jusuf Kalla, rumah pemilik Restoran Sederhana bahkan rumah Wakil Mentri Pendidikan,a katanya Roza mahasiswa angkatan 2008 ini.
Menjelang magrib, dilanjutkan penjelajahannya mengunjungi proyek Irigasi terbesar di kecamatan Lintau Buo Utara yang terletak di Nagari Lubuk Jantan dan setelah sholat isya peserta KKN-PPM UBH mendapat undangan dari pemuda Jorong Tengah Padang untuk mendiskusikan kegiatan 17 Agustus-an.
Nagari Tapi Selo sangat berpotensi sebagai tempat wisata karena terdapat peniggalan sejarah dan budaya yang masih kental, seperti kesenaian pencak silat, tari piring, rumah adat yang masih terjaga utuh, makam pahlawan dan makam Siti Hajir di Lubuk Jantan, Puncak Pato di Alam Pato bahkan Air Terjun Tanjung Bonai di Alam Tanjung Bonai.
akita mengunjngi daerah tersebut masih dalam batas penelitian belum terjun langsung menjalankan program tapi selama kami meneliti Alhamdulillah warganya sangat welcome untuk mahasiswa KKN dan mendukung program program kita,a cerita roza.
Begitulah, sedikit cerita yang dilaporkan oleh Roza, ia mengatakan dalam minggu pertama KKN ini kami masih pengenalan, meneliti dan melihat potensi Nagari Tapi Selo untuk bisa diangkat sehingga dapat membantu masyarakat. (Ubay WP)