Mahasiswa Matematika UBH, Berwirausaha Alat Peraga Sambil Kuliah Berita Terbaru
Rabu, 15 Juni 2011
Universitas Bung Hatta

Mahasiswa Matematika UBH, Berwirausaha Alat Peraga Sambil Kuliah

Ketika mendengar kata-kata wirausaha, pasti yang tergambar di otak kita adalah uang. Nah, itulah yang sekarang sedang di geluti oleh mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika. Berawal dari dana Hibah PHKA II sekitar 1,7 juta di akhir Januari 2011 lalu, terciptalah Laboratorium Peraga Matematika yang bertempat di Gedung J.2 Kampus 1 Universitas Bung Hatta (UBH). aLabor ini bertujuan untuk menghasilkan alat- alat peraga matematika yang gunanya sebagai media pembelajaran di bidang matematika, yang dapat digunakan untuk semua kalangan,a ungkap Andika Putra R. Selaku ketua labor ini, Kamis (13/06/2011). Menurut Andika, mahasiswa yang kini duduk di angkatan 2009 ini mengatakan, bahwa dirinya dan 9 rekannya pernah membuka stand saat wisuda berlangsung, hal ini bertujuan untuk mempromosikan alat peraga matematika yang mereka buat. Labor yang aktif sejak akhir januari 2011 ini, telah menghasilkan berbagai produk. Diantaranya seperti alat peraga balok, kubus, 3 gabungan limas yang membentuk 1 balok, 6 buah limas membentuk 1 kubus, prisma segitiga membentuk prisma segiempat, kartu domino pendidikan, magic trik, dan masih banyak lagi jenisnya. Sejauh ini, alat peraga matematika yang mereka buat telah banyak diminati oleh mahasiswa dan guru-guru, terutama guru SD. Terakhir, seorang guru SD 27 Padang tertarik dengan alat peraga Magic Trick. a Dari sekian alat peraga yang kami buat, Magic Trick lah yang banyak peminatnya, a tutur andika, yang kami temui di sela-sela kesibukanya, Kamis (13/06/2011). keuntungan dari penjualan alat peraga in,i akan digunakan untuk pengembangan Jurusan Pendidikan Matematika dan unutuk melakukan kreasi dan inovasi alat peraga selanjutnya. Selain itu, labor ini juga dibimbing oleh Berapa dosen yang juga menggeluti bidang wirausaha, salah satunya Dra. Sukmanetti, S. Pd. M.Pd. Menurutnya, sejak tahun 2007 sampai sekarang, labor ini telah menghabiskan dana sekitar dana sekitar 200 juta, dana ini dgiunakan untuk membelikan perlengkapan labor, seperti : gunting, kayu, cutter, cat dan peralatan pendukung lainnya. a Kita semua berharap, labor ini akan selalu aktif dan diteruskan oleh generasi selanjutnya, bukan hanya sekedar diteruskan, tapi hendaknya juga bisa berkembang lebih baik lagi,a tutupnya. (Endah WP)