Mahasiswa Teknik Ekonomi Konstruksi Universitas Bung Hatta Perkuat Kompetensi Global Melalui Magang di Perusahaan Konstruksi Multinasional Fakultas
Selasa, 07 Juli 2026
Ubay

Mahasiswa Teknik Ekonomi Konstruksi Universitas Bung Hatta Perkuat Kompetensi Global Melalui Magang di Perusahaan Konstruksi Multinasional

Sebanyak 13 mahasiswa Program Studi Teknik Ekonomi Konstruksi (Quantity Surveying), Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta, mengikuti program magang industri di dua perusahaan konstruksi multinasional, yaitu PT Reynolds Partnership dan PT Quantity Surveying Indonesia (QSI) di Jakarta selama Juni 2026.

Program ini merupakan implementasi pembelajaran berbasis industri (industry-based learning) yang dirancang untuk memperkuat kompetensi mahasiswa agar siap bersaing di dunia kerja nasional maupun internasional.

Kegiatan magang yang berbobot 20 SKS tersebut dimonitoring langsung oleh Dr. Putranesia, S.T., M.T., dosen Program Studi Teknik Ekonomi Konstruksi sekaligus Wakil Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta. Monitoring dilakukan untuk memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan capaian pembelajaran serta kebutuhan industri konstruksi modern.

Program Studi Teknik Ekonomi Konstruksi Universitas Bung Hatta merupakan satu-satunya Program Studi Teknik Ekonomi Konstruksi (Quantity Surveying) di Indonesia dan telah meraih Akreditasi Unggul.

Program studi Teknik Ekonomi Konstruksi Universitas Bung Hatta memiliki jaringan kerja sama yang luas dengan berbagai perusahaan konstruksi, konsultan, dan industri properti, baik di dalam maupun luar negeri, sebagai bagian dari komitmen menghasilkan lulusan yang siap menghadapi persaingan global.

Dr. Putranesia, S.T., M.T., menyampaikan kegiatan magang merupakan bagian dari strategi Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik sekaligus pengalaman profesional.

"Mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai teori di ruang kuliah, tetapi juga harus memahami bagaimana ilmu tersebut diterapkan dalam dunia kerja. Melalui program magang ini, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata, membangun jejaring profesional, serta memahami standar kerja perusahaan nasional dan multinasional. Kami berharap mereka memanfaatkan kesempatan ini dengan disiplin, belajar secara maksimal, dan menjaga nama baik Universitas Bung Hatta," ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada PT Reynolds Partnership dan PT Quantity Surveying Indonesia (QSI) yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa Universitas Bung Hatta untuk belajar langsung di lingkungan industri profesional.

Selama berada di kedua perusahaan tersebut, mahasiswa juga diperkenalkan dengan budaya kerja profesional, sistem kolaborasi lintas disiplin, penerapan standar operasional perusahaan, serta pengelolaan proyek konstruksi berbasis teknologi. Selain meningkatkan kemampuan teknis, mahasiswa juga mengembangkan keterampilan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, ketelitian, serta kemampuan analisis yang menjadi kompetensi utama seorang Quantity Surveyor.

Ketua Program Studi Teknik Ekonomi Konstruksi Universitas Bung Hatta, Fielda Roza, S.T., M.T., menyampaikan kemitraan dengan dunia industri merupakan salah satu keunggulan Program Studi Teknik Ekonomi Konstruksi dalam mendukung pembelajaran berbasis praktik.

"Sebagai satu-satunya Program Studi Teknik Ekonomi Konstruksi di Indonesia yang telah terakreditasi Unggul, kami terus memperluas kerja sama dengan perusahaan konstruksi, konsultan, dan mitra industri, baik di tingkat nasional maupun internasional.," ungkapnya.

Ia menambahkan melalui kolaborasi ini, mahasiswa memperoleh pengalaman kerja yang relevan dengan perkembangan teknologi konstruksi sehingga memiliki daya saing global dan siap berkarier di berbagai negara.

"Pengalaman magang tidak hanya membuka peluang karier bagi mahasiswa, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam bidang penelitian terapan, pengembangan kurikulum, sertifikasi kompetensi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor konstruksi," sebutnya.