Fakultas
Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Bung Hatta Pelajari Pengukuran Curah Hujan di BMKG Sicincin
Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Bung Hatta memperkuat pemahaman aplikatif bidang hidrologi dan pengelolaan sumber daya air melalui kegiatan kuliah lapangan di Stasiun Klimatologi BMKG Sicincin, Kabupaten Padang Pariaman.
Kegiatan yang berlangsung secara berkala pada tanggal 29 September, 1 Oktober, dan 5 Oktober 2026 ini memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami sistem pengamatan cuaca, iklim, dan pengukuran curah hujan.
Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa semester lima Program Studi Teknik Sipil Universitas Bung Hatta dengan pendampingan dosen pengampu mata kuliah Hidrologi Teknik, Dr. Ir. Lusi Utama, M.T., dan Dr. Zuherna Mizwar, S.T., M.T. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai instrumen operasional pengamatan meteorologi dan klimatologi yang digunakan BMKG dalam menghasilkan data hidrometeorologi.
Dr. Ir. Lusi Utama, M.T., menjelaskan kuliah lapangan ini bertujuan memberikan pemahaman praktis mengenai teknik pengukuran curah hujan secara akurat serta menganalisis keterkaitannya dengan pengelolaan sumber daya air, risiko banjir, dan perencanaan infrastruktur berkelanjutan.
“Mahasiswa tidak hanya memahami konsep hidrologi melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melihat secara langsung proses pengumpulan dan pengolahan data cuaca yang menjadi dasar dalam perencanaan berbagai infrastruktur teknik sipil,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mendapatkan penjelasan dari petugas BMKG Sicincin mengenai cara kerja berbagai alat pengukur curah hujan, baik instrumen manual maupun otomatis seperti Automatic Rain Gauge (ARG). Mahasiswa juga mempelajari proses pencatatan, pengamatan, serta pemanfaatan data iklim untuk mendukung analisis hidrologi.
"Selain mengenal perangkat pengamatan cuaca, mahasiswa turut berdiskusi mengenai pemanfaatan data hidrometeorologi dalam memprediksi potensi bencana seperti banjir dan kekeringan. Data tersebut menjadi salah satu komponen penting dalam penyusunan strategi mitigasi bencana serta pengelolaan ketersediaan air tanah dan air permukaan," tambahnya.
Kegiatan ini mendukung pencapaian beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yaitu SDG 4 (Pendidikan Bermutu), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui penguatan kompetensi mahasiswa dalam merancang infrastruktur berbasis data, memahami risiko hidrometeorologi dan upaya mitigasi bencana.