Jumat, 13 April 2012
Universitas Bung Hatta
Mahasiswa UBH Hijaukan Kampus II Air Pacah
[i]Kampus hijau kini sudah mulai tren. Konsep hijau dikembangkan guna menangkal berkembangnya global warming dan mungkin akan menjadi perkara serius. Tidak bisa diwisuda, kalau pohonnya mati !.[/i]
Hal itu diwujudkan di Kampus II Universitas Bung Hatta Jl. By Pass, Air Pacah, Jumat(13/4). Ribuan mahasiswa UBH yang kuliah dikampus II tersebut bersama dengan dosen maupun karyawan melakukan kegiatan penanaman pohon secara serentak, setelah sebelumnya melakukan senam sehat bersama.
Kegiatan penghijauan tersebut didukung oleh Dinas Kehutan dan Perkebunan dengan menyediakan 1.000 bibit pohon trembesi, mahoni, dan pohon lain sebagainya. Sebagai tanda dimulainya kegiatan gemar menyebar, menanam, serta memelihara pohon di kawasan kampus UBH, beberapa mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, khususnya yang mengambil mata kuliah Arsitektur Lingkungan, diwajibkan memelihara satu batang pohon mulai dari bibit sampai tumbuh.
Wakil Rektor I UBH Dr. Eko Alvares,Z.MSAA mengatakan, kegiatan penanaman pohon tersebut diharapkan dapat memberi konstribusi yang positif dalam menangkal issu global warming.
Ia menambahkan bahwa pembangunan kampus II UBH menggunakan konsep kampus hijau.
aKampus berkonsep hijau ini betul-betul akan memanfaatkan kultur yang ada di sana. Ini kampus green arcitecture, karena kampus ini berada di daerah resapan air. Secara otomatis akan dibangun banyak daerah resapan. Kita juga akan membuat situ atau embung. Namun, meskipun kampus ini kita format sebagai green campus, seluruh arsitekturnya modern," kata Eko.
Menurutnya lagi, konsep kampus hijau tersebut dilakukan secara berkelanjutan, sehingga setiap civitas yang telah melakukan penanaman juga akan melakukan perawatan berkala terhadap tanaman yang telah ditanam.
aMasing-masing mahasiswa yang mengambil mata kuliah arsitektur lingkungan, saya wajibkan memelihara satu pohon, mulai dari bibit sampai siap untuk di tanam, dan harus memeliharanya sampai wisuda, dan jika pohonnya tidak hidup, tidak boleh wisudaa kata Eko Alvares secara berkelakar.
Sejalan dengan komitmen UBH untuk menciptakan kampus yang peduli dan berbudaya lingkungan, maka akan dievaluasi dan direvitalisasi master plan pengembangan UBH berbasis eco-campus, seperti desain standar green building, desain green infrastructure, dan perbaikan jaringan drainase.
Desain tersebut akan dikembangkan melalui beberapa penelitian yang melibatkan berbagai bidang ilmu di UBH yaitu pembuatan desain standar gedung yang berkonsep green building, pembuatan desain infrastruktur berkonsep green building, perbaikan system drainase dengan perbaikan kualitas air permukaan. (**Indrawadi-Humas UBH).