Lewati ke konten utama
Nabhan Arroofi Arpansi Mahasiswa PTIK Universitas Bung Hatta Juara Best Paper International Conference ATLAS 2026 Kemahasiswaan
Selasa, 20 Oktober 2026
Ubay

Bagikan:

Nabhan Arroofi Arpansi Mahasiswa PTIK Universitas Bung Hatta Juara Best Paper International Conference ATLAS 2026

Nabhan Arroofi Arpansi, mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Bung Hatta, berhasil meraih penghargaan Best Paper dalam ajang International Conference on Advanced Technologies, Learning Algorithms and Systems (ICATLAS) 2026.

Kegiatan konferensi internasional ini tema “Empowering the Future Through Responsible Artificial Intelligence and Digital Innovation: Connecting Research, Industry, and Society for a Smarter and Sustainable Future.”diselenggarakan oleh Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia secara daring pada 20 Oktober 2026.

Penghargaan Best Paper tersebut diraih melalui artikel ilmiah berjudul “Retrieval-Augmented Question Answering to Support Learning at Universitas Bung Hatta di room 3.” Artikel ini ditulis oleh Nabhan Arroofi Arpansi bersama Dr. Karmila Suryani, M.Kom, Rini Widyastuti, S.Kom,M.Kom, Ashabul Khairi, S.T., M. Kom, dan Mogastra Rachmana Nursi, S.Pd., M.Pd.T.

Artikel tersebut mengangkat pemanfaatan teknologi Retrieval-Augmented Generation (RAG) dalam pengembangan sistem tanya jawab untuk mendukung proses pembelajaran di Universitas Bung Hatta. Pendekatan ini mengintegrasikan kemampuan model kecerdasan buatan dalam menghasilkan jawaban dengan mekanisme pengambilan informasi dari sumber pengetahuan yang relevan, sehingga berpotensi membantu mahasiswa memperoleh informasi pembelajaran secara lebih efektif dan kontekstual.

Wakil Dekan FKIP Universitas Bung Hatta, Dr. Karmila Suryani, M.Kom, menilai penghargaan Best Paper pada konferensi internasional menjadi kebanggaan bagi fakultas sekaligus menunjukkan potensi mahasiswa dalam mengembangkan penelitian yang relevan dengan kemajuan teknologi digital.

“Kami mengapresiasi upaya mahasiswa dan dosen dalam menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga berorientasi pada pemecahan masalah dan pengembangan inovasi pembelajaran. Kami berharap capaian ini dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kompetensi, memperluas jejaring akademik, dan berani mempresentasikan hasil penelitian pada forum ilmiah nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Ia juga berharap penelitian yang mengintegrasikan kecerdasan buatan dengan dunia pendidikan dapat terus dikembangkan secara bertanggung jawab, dengan memperhatikan akurasi informasi, relevansi sumber pengetahuan, serta kebutuhan pengguna. Dengan demikian, inovasi teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mendukung transformasi digital di lingkungan perguruan tinggi.

Keberhasilan ini memperkuat kontribusi Universitas Bung Hatta dalam pengembangan riset dan inovasi teknologi pendidikan. Prestasi tersebut juga sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui pengembangan teknologi pendukung pembelajaran.