Paradigma Birokrasi Jangan Dipertahankan Berita Terbaru
Selasa, 20 Februari 2007
Universitas Bung Hatta

Paradigma Birokrasi Jangan Dipertahankan

Pemerintah perlu menumbuhkan paradigma melayani kepada semua kalangan, kalau berkeinginan menarik investasi ke Sumbar. Paradigma birokrasi yang ingin dilayani tidak masanya lagi dipertahankan. aKita melihat belum semuanya birokrat yang memiliki mentalitas melayani, sehingga daerah ini kesulitan dalam menggaet investor,a terang Ketua Program S2 Manajemen Pascasarjana Universitas Bung Hatta (UBH) Dr Dwi Fitri di ruang kerjanya, kemarin. Bagaimanapun, tambah Dwi, ujung tombak menggaet investor sangat ditentukan oleh kemampuan melayani/memberikan servis. Artinya, kalau paradigma ingin dilayani tidak dibenahi, betapapun bagusnya program yang dibuat, pastilah tidak akan mampu menarik investasi. Sementara, Sumbar membutuhkan investasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. aSekarang sudah saatnya kita menumbuhkan sikap welcome to guest (terbuka terhadap tamu), sehingga para investor akan senang menanamkan modalnya di Sumbar,a ungkapnya. Berangkat melalui pemikiran inilah, ujar Dwi, Program Pascasarjana UBH akan menggelar seminar peran Hospitality Management dalam industri jasa Rabu, (21/2) besok, di aula Gedung B UBH. aSeminar ini bakal diikuti kalangan pemerintah, perhotelan, perbankan, sektor transportasi, asuransi, pengelola rumah sakit, pariwisata dan sektor lainnya,a katanya. Selaku keynote speaker (pembicara kunci) direncanakan Rektor Universitas Trisakti Jakarta Prof Dr Thoby Mutis. Selain itu, Pembantu Rektor I Udayana Bali dan Praktisi Pariwisata Nasional Prof Dr I Komang Gede Bendese, Ketua PHRI Sumbar Aim Zein dan Kadin Sumbar Asnawi Bahar. Program Baru Seminar ini, tambah Dwi, merupakan embrio dibukanya program baru aHospitality Management.a Dalam persoalan ini, pascasarjana UBH bekerjasama dengan Universitas Trisakti. Program tersebut nantinya lebih terkonsentrasi pada upaya bagaimana memberikan pelayanan publik yang baik. (*)