Fakultas
Peringati Hari Mangrove Sedunia, Universitas Bung Hatta dan Kandui Care Foundation Kolaborasi Lestarikan Mangrove dan Habitat Penyu di Mentawai
Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia yang diperingati setiap tanggal 26 Juli, Program Studi S2 Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Kelautan (SP2K) Pascasarjana Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta berkolaborasi dengan Kandui Care Foundation (KCF) melaksanakan kegiatan pelestarian lingkungan melalui penanaman mangrove serta survei lokasi potensial pendaratan penyu di Pulau Karamajat, Siberut Barat Daya, Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Harfiandri Damanhuri, S.Pi., M.Sc., dosen Program Studi SP2K Pascasarjana Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta, bersama Kandui Care Foundation, sebuah yayasan nirlaba yang berada di bawah manajemen Kandui Resort, PT Pulau Ombak Indah.
Melalui kolaborasi tersebut, tim melakukan penanaman bibit mangrove di kawasan belakang resort sebagai upaya rehabilitasi ekosistem pesisir sekaligus melakukan survei terhadap lokasi yang berpotensi menjadi habitat pendaratan dan peneluran penyu di sisi timur Pulau Karamajat.
Menurut Dr. Harfiandri, keberadaan ekosistem mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan kawasan pesisir. Selain melindungi pantai dari abrasi, mangrove juga menjadi supporting ecosystem bagi pantai peneluran penyu, khususnya penyu sisik (Eretmochelys imbricata), yang merupakan salah satu spesies penyu yang dilindungi.
"Pelestarian mangrove tidak hanya berfungsi menjaga kualitas lingkungan pesisir, tetapi juga mendukung keberlangsungan habitat berbagai biota laut, termasuk penyu. Oleh karena itu, rehabilitasi kawasan mangrove menjadi bagian penting dalam upaya konservasi ekosistem pesisir secara berkelanjutan," ujarnya.
Kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Mandiri Program Studi SP2K Pascasarjana Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta yang telah dilaksanakan pada akhir Juni 2026. Dalam kegiatan tersebut, tim memberikan pendampingan kepada manajemen Kandui Resort melalui simulasi lapangan untuk mengidentifikasi lokasi pendaratan penyu sekaligus melakukan praktik penanaman mangrove pada area-area yang mengalami degradasi.
Selain berfokus pada pelestarian lingkungan, kegiatan ini juga menjadi bentuk pemberdayaan masyarakat lokal. Sekitar 95 persen staf Kandui Resort merupakan putra-putri asli Mentawai yang dilibatkan secara aktif dalam proses penanaman mangrove dan pengenalan pentingnya konservasi ekosistem pesisir.
Sementara itu, Kandui Care Foundation yang berdiri pada tahun 2021 dan mulai menjalankan berbagai program sejak 2022, memiliki sejumlah program pemberdayaan masyarakat yang meliputi bidang kesehatan, pendidikan, perikanan dan kelautan, sosial, serta lingkungan. Program lingkungannya mencakup penanaman mangrove, bantuan bibit tanaman produktif, hingga survei kawasan potensial habitat penyu di Kepulauan Mentawai.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan organisasi sosial, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem mangrove sebagai benteng alami kawasan pesisir sekaligus habitat berbagai keanekaragaman hayati. Kolaborasi tersebut juga menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan dan masyarakat.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui Tujuan 14 (Ekosistem Laut), dan Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi edukasi konservasi lingkungan.