Pimpinan FE UBH di Redaksi Padang Ekspres Berita Terbaru
Selasa, 31 Mei 2005
Universitas Bung Hatta

Pimpinan FE UBH di Redaksi Padang Ekspres

Harus berubah, kalau tak mati. Berbenah, kalau tak ingin tergilas. Kata-kata tersebut menjadi cambuk bagi jajaran Fakultas Ekonomi Universitas Bung Hatta (FE UBH) untuk meningkatkan mutu lulusannya. Beragam terobosan pun dilakukan untuk menjadikan FE UBH menjadi yang terbaik Ketatnya persaingan antar perguruan tinggi khususnya swasta dalam menjaring calon mahasiswa, menuntut setiap perguruan tinggi benar-benar mampu menghasilkan lulusan yang bermutu. Tolak ukur, yakni seberapa banyak lulusan yang langsung mendapatkan pekerjaan. Kemudian bagaimana mewujudkan kampus idaman, sarana dan prasarana lengkap, proses pembelajaran yang berjalan aman lancar serta didukung oleh tenaga dosen dengan SDM yang kulified sesuai dengan disiplin ilmu yang diajarkan. Untuk itu, setiap perguruan tinggi swasta jangan lagi berorientasi kuantitas mahasiswa, tapi harus berorientasi kualitas. Setidaknya itulah sekelumit pembicaraan yang muncul saat diskusi terbatas rombongan pimpinan Fakultas Ekonomi Universitas Bung Hatta (FE UBH) dengan jajaran redaksi Padang Ekspres di Carano Room Padang Ekspres, kemarin. Dalam diskusi yang dipandu Wakil Pemimpin Redaksi (Wapemred) Padang Ekspres, Firdaus turut dihadiri Penanggung Jawab, H St Zaili Asril, Redpel, Yulius Putra, Two Efly, Kadept Iklan, Rita Gusveniza serta sejumlah redaktur tersebut, rombongan FE UA dihadiri langsung Dekan Dr Yuskar SE MA Ak, Alfis Rozani SE MSi (PD I ), Muchlisul Hamdi SE MSi (PD III), Sarwodi SE (Kasubag Akademik), Yuhelmi SE MM (Kajur Manajemen), dan Zaitul SE MBA (Kajur Akuntansi). ”Kita terus berbenah diri, jika kita bisa tergilas. Segala sisi di Fakultas Ekonomi ini, kita benahi. Mulai dari pembenahan kurikulum yang berbasis kompetensi, peningkatan SDM tenaga pengajar, hingga pembenahan sarana dan prasarana. Sehigga kita tak usah khawatir untuk bersaing dengan perguruan tinggi lain, termasuk program ekstensi dari perguruan tinggi negeri,” ujar Yuskar. Yuskar yang juga staf pengajar dari Fakultas Ekonomi Unand tersebut mengungkapkan, untuk mewujudkan Visi FE UBH, yakni menjadi institusi pendidikan bermutu tinggi, untuk menghasilakn lulusan yang mandiri dan beretika, memiliki kompetensi yang tinggi di bidang ekonomi, manajemen dan akuntansi, serta mampu bersaing ditingkat global, FE-UBH sudah menerapkan kurikulum baru yang berbasis kompetensi untuk semua jurusan. Kurikulum tersebut mulai diterapkan semenjak tahun akademik. ”Kurikum akan dievaluasi setiap dua tahun sekali. Untuk pelaksanaan kurikulum yang efektif, maka telah pula disusun Silabus untuk masing-masing mata kuliah. Silabus pun seragam untuk kelas parallel yang diasuh oleh beberapa dosen. Silabus ini merupakan kontrak kerja antara dosen dan mahasiswa, di mana pihak mahasiswa dapat mengingatkan dosen, seandainya dosen memberikan kuliah tidak memenuhi target silabus yang telah ditetapkan,” lanjut Yuskar. Untuk mendukung kurikum berbasis kompetensi, saat ini FE-UBH dengan tiga jurusan, Akuntansi, Manajemen, dan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP) saat ini mempunyai dosen tetap dan non tetap sebanyak 178 orang, dengan kualifikasi pendidikan S2, 140 orang, dan S3 12 org, termasuk 5 orang Guru Besar. Dosen tidak tetap terutama berasal dari FE Unand, UNP, UI, dan Instansi yang terkait, seperti dari BPKP, Inpeksi Pajak, Dinas Koperasi, dan lain-lain. ”Saat ini FE UUBHmemiliki 3.454 orang mahasiswa, dengan rincian, Jurusan Akuntansi 1.460 orang, Jurusan Manajemen 1.469 orang, Jurusan IESP 525 orang. Dari jumlah di atas terdapat mahasiswa baru Angkatan 2004 sebanyak 645 orang,” tambah Alfis Rozani. Pada diskusi terbatas tersebut juga terungkap, perihal isu yang kuliah di UBH mahal. Yuskar mengakui ada isu yang beredar di masyarakat yang mengatakan bahwa biaya kuliah di UBH cukup mahal. Hal tersebut sama sekali tidak mahal, karena yang sebenarnya biaya kuliah mahasiswa di FE UBH cukup pantas dan tidak mahal, bahkan jauh lebih murah dibandingkan biaya kuliah di Program Ekstensi Universitas Negeri di Padang. Apalagi kalau dibanding dengan biaya kuliah program regular PTN di Wilayah Pulau Jawa. Uang kuliah mahasiswa FE UBH untuk mahasiswa baru Angkatan 2004 ini, hanya berkisar antara Rp. 1.173.500 sampai 1.212.000 per semester. Dan untuk mahasiswa lama angkatan di bawah 2004 adalah lebih rendah dari itu. Sementara terkait sarana dan prasarana, gedung perkuliahan FE UBH dilaksanakan di gedung bertingkat tiga di Gedung C dan gedung bertingkat Empat (Gedung L dan Gedung Perpustakaan). Ruang perkuliahan rata-rata mempunyai Van / kipas angin yang cukup. Sedangkan ruang loboratorium dan ruang ujian / sidang komprehensip sudah ber-AC. Secara bertahap ruang kuliah ini juga diusahakan agar dipasang AC, sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi proses belajar mengajar (PBM) oleh mahasiswa dan dosen. FE-UBH mempunyai laboratorium untuk setiap jurusan, iaitu (1) Laboratorium Pengembangan Studi Manajemen / LPSM, (2) Laboratorium Pengembangan Studi Akuntansi / LPSA, dan (3) Laboratorium Pengembangan Studi Ekonomi Pembangunan / LPSEP. Laboratorim berfungsi untuk membantu pelaksanaan efektif dari ketiga-tiga Tridarma Perguruan Tinggi, yaitu, membantu terlaksananya Proses Belajar Mengajar (PBM) dengan praktik di laboratorium menggunakan berbagai soft ware computer untuk berbagai mata kuliah yang terkait sesuai dengan penerpan kurikulum baru yang berbasis kompetensi. Melakukan berbagai persiapan, diskusi dan seminar untuk merencanakan kegiatan penelitian dan mengevaluasi hasil-hasil penelitian, dan juga untuk merencanakan dan melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Fasilitas Perpustakaan di pusatkan pada tingkat Universitas, yang didalamnya baru diadakan difersifikasi referensi untuk masing-masing Fakultas dan program studi / jurusan yang ada. Penyediaan buku / referensi di perpustakaan secara periodik ditambah dan diperbaharui, sesuai dengan perkembangan edisi buku dan terbutnya buku buku baru di setiap bidang pendidikan, serta pengadan jurnal ilmiah dengan cara berlangganan setiap bulannya. Pembenahan dan perubahan di FE UA direalisasikan dalam bentuk program kerja, di antaranya program mendapatkan bantuan dana Program Hibah Kompetisi (PHK) dari DIKTI. Saat ini jurusan Manajemen dan IESP sudah mendapatkan program hibah tersebut. Sementara jurusan Akuntansi saat ini sedang dalam pengusulan untuk mendapatkan PHK A-2 pada tahun 2006 yang akan datang. Dari program hibah tersebut membantu untuk melaksanakan berbagai aktivitas akademik, seperti pengadaan Labor Komputer di masing-masing jurusan, mengadakan berbahgai Lokakarya dan seminar. Kemudian dosen untuk mengikuti program Pendidikan Profesi Akuntan (PPAk) selama satu tahun (2005) di Universitas Andalas, untuk mendapatkan gelar Akuntan. ”Apabila kelima-lima orang dosen jurusan Akuntansi dapat menyelesaikan pendidikan professional ini pada awal tahun 2006, maka Fakultas Ekonomi UBH akan mempunyai 7 orang akuntan, sehingga dengan demikian jurusan Akuntansi FE UBH sudah akan memenuhi syarat pula untuk bisa membuka sendiri program pendidikan PPAk tahun 2006. Selain itu mengusulkan pendirian program” Magister Manajemen (MM) / S2 ” yang sudah dilakukan pada tahun lalu, namun terkendala dengan Tingkat Akreditasi Jurusan Manajemen yang masih ”C ”. Dan sejalan dengan itu sudah dilakukan pula pengusulan Pengingkatan Akreditasi C menjadi ”B”. Apabila diperoleh peningkatan status Akreditasi ini, maka otomatis pula usulan untuk pendirian MM juga akan dapat direalisasikan. Insya Allah,” lanjut Yuskar. Selain itu juga mengusulkan pendirian Pojok BEJ (Bursa Efek Jakarta), yang saat ini sedang dalam proses persetujuan dari perusahaan BEJ, yang diperkirakan akan dapat diresmikan pada akhir Juni 2005 ini. Melakukan kerjasama dengan berbagai pihak/instansi yang terkit, di antaranya dengan FE-Unand, FE UGM Yogyakarta, FE UI Jakarta, UPM Malaysia, UUM di Malaysia, BPKP Padang, Bursa Efek Jakarta (BEJ), Perusahaan Sekuritas PT. Falburi Jakarta, APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia), dan lain-lain. ”Juga ada menyeimbangkan kegiatan Akademik di antara ketiga-tiga Tridarma Perguruan Tinggi oleh semua staf pengajar, yaitu kegiatan pendidikan dan pengajaran (PBM), kegiatan penelitian untuk mencari temuan-temuan baru ataupun metoda aplikasi ilmu terapan, dan juga kegiatan berupa pengabdiaan kepada masyarakat (PKM),” tambah Muchlisul . Beberapa seminar dalam yang dilaksnakan FE UBH beberapa waktu belakang, seminar Kajian Ekonomi Kerakyatan dan Ekonomi Syariah, dalam Konsep dan Penerapannya, sudah dilaksnakan pada tanggal 2 April 2005 yang lalu, dengan pembicara, Prof Dr H Dawam Raharjo, Guru Besar FE- UM Salatiga Solo dan Staf Ahli Menteri Koperasi & UKM, Prof Dr H Sri-Edi Swasono, Guru besar FE - UI Jakarta dan Penasehat Menteri Ekonomi/Ketua BAPPENAS, Prof Madya Dr Zakaria Abdul Rasyid dari UPM Malaysia, Ir. Edi Setiadi MSc, Deputi Perbankan Syariah, Bank Indonesia Jakarta. Beberapa seminar lainnya, Cahallenging Global Competition By Implementing Good Corporate Governance and Contibution Accounting Academicion narasumber Prof. Dr. H. Mas'ud Machfudz, SE, MBA, Ak, adalah Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada, Dr Saka Abadi, SE, MBA., Kepala Biro Humas Bursa Efek Jakarta (BEJ). Lokakarya di antaranya, Lokakarya ”Metodologi Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat” yang dilaksanakan pada tanggal 9-11 Mei 2005, dengan narasumber Dr Bambang Riyanto, SE, MBA, Ak dari FE - UGM Yogyakarta. Lokakarya ”Penyusunan Silabus Mata Kuliah Jurusan Manajemen FE-UBH. Lokakarya atau seminar ”Pengembangan Silabus Jurusan IESP” yang dilaksanakan pada tanggal 25 April 2005, dengan narasumber Dr Mudrajad Kuntoro, SE, MSc, dari FE - UGM Yogyakarta. Lokakarya atau Workshop Metodologi Pengajaran dengan tema Peningkatan Kualitas Pembelajaran Bidang Ilmu Ekonomi Dalam Rangka Memperbaiki Lulusan IESP yang dilaksanakan pada tanggal 27 -28 Mei 2005, dengan narasumber Prof. Dr Lincolin Arsyad, MSc dari FE - UGM Yogyakarta dan Dr Syofyardi, SE MA, dari FE Unand. [b](alt)[/b]Sumber : Padang Ekspres.com