Program Non Reguler Ancam FTI UBH Berita Terbaru
Sabtu, 09 Juli 2005
Universitas Bung Hatta

Program Non Reguler Ancam FTI UBH

Pembukaan non reguler yang dilakukan sebagian besar Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sangat berpengaruh terhadap perkembangan Perguruan Tinggi Sawasta (PTS) terutama dalam hal penerimaan mahasiswa baru. Imbas tersebut juga dirasakan oleh Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Bung Hatta (UBH). Sejak tiga tahun terakhir terjadi penurunan penerimaan mahasiswa baru sekitar 50 persen. Jika hal tersebut tidak segera diantispasi besar kemungkinan lama-kelamaan nasib PTS akan “merana”. Pembantu Dekan (PD) III FTI UBH Ir Suryadimal MT menjelaskan hal tersebut kepada koran ini Jumat (8/7) usai menghadiri acara musyawarah FTI, bertempat di ruang sidang FTI Kampus III GUnung Pangilun. Acara yang dibuka langsung Dekan FTI Ir Ija Darmana MT tersebut mengambil thema “Dengan musyawarah mahasiswa Fakultas, Fakultas Tekhnologi Indonsia kita tingkatkan minat dan jiwa kritis mahasiswa terhadap kelembagaan. “Banyak hal yang sudah kita lakukan dalam upaya penerimaan mahaiswa baru sesuai dengan target salah satunya adalah dengan cara promosi, melakukan berbagai aktifitas yang mendukung kegiatan akademis seperti seminar dan lainnya. Dari tujuh Fakultas yang kita punya, FTI merupakan salah satu andalan yang menduduki urutan ke dua dalam penerimaan mahasiswa baru setelah Fakultas Ekonomi. Apalagi FTI punya tantangan yang cukup banyak, dengan dibukanya jurusan yang sama di beberapa PTS maupun PTN, hal tersebut akan memberi efek tidak langsung kepada FTI. Tahun Akademik 2005/2006 FTI mentargetkan penerimaan mahasiswa baru sebanyak 1.800 orang, sementara daya tampung sendiri mencapai 3.000 orang,” ucapnya. Menurutnya, dengan semakin banyaknya pembukaan non reguler akan semakin memacu FTI UBH untuk terus berkaca terutama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran terutama untuk lingkup internal, semakin meningkatkan mutu kelulusan sehingga lulusan bisa bersaing dengan lulusan -lulusan teknik lainnya. Begitupun peran serta alumni sangat besar sekali dalam perjalanan FTI, terjalin hubungan yang harmonis sekaligus memberi masukan terhadap perkembangan FTI. Hal senada dijelaskan Dekan FTI Ir Ija Darmana MT, tujuan digelarnya Musyawarah FTI adalah akan membentuk Parlemen Mahasiswa fakultas (PMF), diharapkan musyawarh berjalan dengan lancar dan betul-betul bermusyawarah, meningkatkan pola pikir dalam bermusyawarah.Sehingga bisa memilih ketua parlemen yang betul-betul bisa meningkatkan minat dan kreatifitas mahasiswa FTI khususnya. Tidak Mahal Sementara itu, anggapan di tengah masyarakat, kuliah di Universitas Bung Hatta (UBH) mahal, tidaklah benar adanya. Pembantu Rektor II UBH Drs Meihendri MSi, kepada koran ini menyatakan, indikator mahal apabila tidak sebanding antara yang dibeli dengan yang didapat. UBH memiliki tenaga pengajar dengan kualifikasi doktor dan master. “Untuk menghasilkan kualitas terbaik tentu dibutuhkan pembiayaan dan anggapan sebagian orang tersebut tidak benar adanya,” ujarnya lagi. Sekarang calon mahasiswa yang akan kuliah di UBH malah lebih diuntungkan dengan adanya sistem SKS yang sudah diterapkan sejak 2001. Dimana sistem paket yang dipakai sebelumnya lebih menguntungkan mahasiswa yang berprestasi. Sedangkan mahasiswa yang mengambil kuliahnya sedikit tentu harus membayar dengan jumlah yang sama dengan mahasiswa yang banyak mengambil mata kuliah. Untuk UBH sendiri fakultas yang favorit Fakultas Ekonomi, Teknik Iperencanaan, serta Fakultas Hukum. Meskipun demikian calon mahasiswa sendirilah yang akan menentukan dan memilih kemana mereka akan melanjutkan pendidikan dan memilih fakultas apa nantinya. (sumber :ita/cr2-padangekpres.com)