PWK Universitas Bung Hatta dan UiTM Malaysia Gelar Pengabdian Internasional Mitigasi Bencana di Nagari Panampuang Fakultas
Selasa, 23 Juni 2026
Ubay

PWK Universitas Bung Hatta dan UiTM Malaysia Gelar Pengabdian Internasional Mitigasi Bencana di Nagari Panampuang


Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta bersama Program Studi Perancangan Bandar dan Wilayah, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Kampus Puncak Alam, Malaysia, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional dan Service Learning Malaysia-University for Society (SULAM) berupa Sosialisasi dan Diseminasi Program Mitigasi Bencana di Kantor Wali Nagari Panampuang, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam pada 11 Juni 2026.

Kegiatan kolaborasi internasional ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara akademisi Indonesia dan Malaysia. Acara dihadiri oleh perangkat nagari, Kelompok Siaga Bencana (KSB), tokoh masyarakat, serta mahasiswa dari kedua perguruan tinggi.

Hadir sebagai narasumber, TPr Dr. Siti Kartina Juhari dan Prof. Dr. Ir. Haryani, M.TP., dengan moderator Dr. Fidel Miro, S.E., M.T..

TPr Dr. Siti Kartina Juhari menjelaskan pengalaman Malaysia dalam menghadapi dan menangani bencana banjir yang menjadi salah satu ancaman utama di negara tersebut.

Menurutnya, tingginya curah hujan menjadi faktor utama yang memicu terjadinya banjir, sehingga diperlukan sistem mitigasi yang baik, kesiapsiagaan masyarakat, serta koordinasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat. Pengalaman Malaysia dalam penanganan bencana dapat menjadi referensi bagi masyarakat Nagari Panampuang dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.

“Kami melihat adanya komitmen yang baik dari Pemerintah Nagari Panampuang dalam mendukung upaya mitigasi bencana. Keberadaan Kelompok Siaga Bencana menjadi modal penting untuk membangun ketangguhan masyarakat. UiTM siap menjalin kerja sama yang lebih luas pada masa mendatang dalam bidang kebencanaan maupun pengembangan sumber daya manusia,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Haryani memberikan apresiasi kepada Pemerintah Nagari Panampuang yang telah membentuk Kelompok Siaga Bencana (KSB) dan menunjukkan aksi nyata dalam membantu masyarakat saat terjadi bencana.

Menurutnya, keberadaan KSB merupakan modal sosial yang sangat penting dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana. Namun demikian, diperlukan penguatan kapasitas melalui pelatihan berkelanjutan, sosialisasi kepada masyarakat, serta dukungan anggaran yang memadai agar seluruh program dapat berjalan secara optimal.

“Panampuang sebenarnya telah memiliki fondasi yang kuat dalam upaya mitigasi bencana. Yang diperlukan saat ini adalah penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta edukasi kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi bencana seperti gempa bumi dan erupsi gunung api yang dapat terjadi sewaktu-waktu,” jelasnya.

Pada sesi diskusi, berbagai persoalan dan kebutuhan terkait kesiapsiagaan bencana di tingkat nagari turut dibahas, termasuk perlunya dukungan sarana dan prasarana pendukung penanganan darurat.

Wali Nagari Panampuang, Etriwarmon, S.Pd., menyampaikan bahwa Kelompok Siaga Bencana Anak Nagari Badunsanak selama ini telah menunjukkan kepedulian dan kontribusi yang luar biasa dalam membantu masyarakat terdampak bencana.

Menurutnya, kelompok tersebut tidak hanya terlibat dalam penanganan darurat, tetapi juga secara swadaya melakukan perbaikan rumah rusak ringan hingga membantu pembangunan kembali rumah warga yang mengalami kerusakan berat akibat bencana.

“KSB Anak Nagari Badunsanak telah menjadi contoh nyata kepedulian sosial masyarakat terhadap kebencanaan. Saat ini kami masih menunggu pencairan bantuan dari pemerintah kabupaten untuk pengadaan dapur umum, tenda, dan berbagai perlengkapan pendukung lainnya. Pemerintah nagari sangat terbuka untuk melanjutkan kerja sama dengan Universitas Bung Hatta dan UiTM dalam penguatan kapasitas KSB serta peningkatan sumber daya manusia masyarakat melalui berbagai program pendidikan dan beasiswa,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Universitas Bung Hatta dan UiTM Malaysia menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pembangunan masyarakat yang tangguh terhadap bencana. Kolaborasi internasional ini diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas mitigasi bencana di Nagari Panampuang, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat antara kedua institusi pada masa mendatang.