PWK Universitas Bung Hatta dan UiTM Malaysia Gelar Public Lecture Internasional Bahas Pariwisata Kontemporer dan Mitigasi Bencana Fakultas
Selasa, 09 Juni 2026
Ubay

PWK Universitas Bung Hatta dan UiTM Malaysia Gelar Public Lecture Internasional Bahas Pariwisata Kontemporer dan Mitigasi Bencana

PWK Universitas Bung Hatta dan UiTM Malaysia Gelar Public Lecture Internasional Bahas Pariwisata Kontemporer dan Mitigasi Bencana

Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta menyelenggarakan kegiatan Public Lecture internasional bersama Program Perancangan Bandar dan Wilayah, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia dengan mengangkat tema “Implementation of Community-Based Education and Contemporary Tourism with Disaster Mitigation. Kegiatan ini bertempat di Aula Balairung Carakan Gedung B Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta pada9 Juni 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Universitas Bung Hatta ini dihadiri oleh enam dosen dan 43 mahasiswa dari UiTM Malaysia sebagai bagian dari program pertukaran akademik dan penguatan kerja sama internasional antara kedua institusi.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III Universitas Bung Hatta, Dr. Zulherman, S.T., M.Sc yang didampingi juga oleh Dr. Rini Mulyani, S.T, M.Sc (Eng). Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi internasional dalam pengembangan pendidikan tinggi, riset, dan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak.

Kegiatan ini dimoderatori oleh Ezra Aditia, dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Bung Hatta, yang memandu jalannya diskusi dan sesi tanya jawab secara interaktif.

Pada sesi pertama, Dr. Raja Norashekin Raja Othman dosen dari UiTM Malaysia, membawakan materi bertajuk “From Heritage to #Hashtags: Street Art of George Town Penang – Contemporary Tourism in UNESCO World Heritage Sites.” Paparan ini mengulas transformasi kawasan warisan dunia George Town, Penang, yang memanfaatkan seni jalanan (street art) sebagai daya tarik wisata kontemporer.

"Fenomena tersebut menunjukkan bagaimana warisan budaya dapat dikemas secara kreatif melalui media digital dan media sosial untuk memperkuat daya saing destinasi wisata tanpa menghilangkan nilai autentisitasnya," imbuhnya.

Materi kedua disampaikan oleh Dr. Muhammad Adam Bin Che Yusof, dosen dari UiTM Malaysia dengan judul “Transforming Rural English Learning Through Guided Play: An Impact Report on the DUCS-SULAM CSR Intervention in Three Malaysian Primary Schools.” Presentasi ini membahas implementasi pendidikan berbasis masyarakat melalui pendekatan guided play yang berhasil meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah-sekolah dasar pedesaan di Malaysia.

"Program tersebut menunjukkan bagaimana kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan," sebutnya.

Kemudian materi ketiga, Prof. Dr. Ir. Haryani menyampaikan pemaparan dengan topik“Kearifan Lokal dalam Mitigasi Risiko Bencana: Praktik Baik Masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat.” Dalam paparannya, beliau menjelaskan bagaimana nilai-nilai budaya, adat, dan kearifan lokal masyarakat Minangkabau berperan penting dalam membangun ketangguhan masyarakat terhadap berbagai ancaman bencana.

"Berbagai praktik lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun menjadi modal sosial yang kuat dalam mendukung upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana di Sumatera Barat," ungkapnya.

Dr. Harne Julianti Tou, S.T., M.T., Ketua Program Studi PWK Universitas Bung Hatta menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kolaborasi internasionalisasi yang dilaksanakan setiap tahun sekaligus sarana berbagi pengalaman dan praktik baik antara Indonesia dan Malaysia dalam bidang perencanaan wilayah dan kota.

"Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta peluang kolaborasi yang lebih luas dalam bidang penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat," imbuhnya.

Rangkaian kerja sama antara Universitas Bung Hatta dan UiTM Malaysia tidak berhenti pada kegiatan Public Lecture. Setelah kegiatan akademik ini, kedua institusi juga akan melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat Internasional di Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, sebagai bentuk implementasi kolaborasi lintas negara yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan pembangunan berbasis komunitas yang berkelanjutan.