Rekto UBH  Yunazar Manjang, Lantik Tiga Pejabat Struktural Berita Terbaru
Kamis, 02 Februari 2006
Universitas Bung Hatta

Rekto UBH Yunazar Manjang, Lantik Tiga Pejabat Struktural

Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Yunazar Manjang, melantik dan mengambil sumpah tiga orang pejabat stuktural di lingkungan Universitas Bung Hatta Kamis (2/2/2006) kemarin. Ketiga pejabat tersebut adalah Dr. Marsis, M.Pd sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta untuk masa bakti 2006-2010 menggantikan Ir. M. Nursyaifi Yulius, M.T (Mgt) . Hasranita, S.H.M.H diangkat sebagai pengganti antarwaktu Pembantu Dekan I Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta untuk masa jabatan 2003-2007 yang sebelumnya dijabat Ssyafril, S.H., M.H, dan menunjuk Ir. Arnita, .MT sebagai pelaksana tugas Sekretaris Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri menggantikan Anizar Indriani, ST.MT. Dalam kesempatan yang sama, Rektor juga menyerahkan SK pensiun kepada 4 orang karyawan yang telah memasuki masa pensiun, keempat karyawan tersebut adalah, Naswir Nasir, Syafrial Godok, Zaimar dan Zuheni Ramli. Pelantikan dan pengambilan sumpah ketiga pejabat struktural itu tertuang dalam Surat Keputusan Rektor SK Universitas Bung Hatta Nomor:567/SK-1/KP/I-2006, SK Nomor: 567/SK-1/KP/I-2006 serta surat penukkan nomor 589/SK-2/KP/II-2006. Dijelaskan Yunazar Manjang, penggantian dan pelantikan pejabat struktural merupakan hal yang lumrah dalam sebuah organisasi, untuk Universitas Bung Hatta masa jabatan itu dibatasi maksimum dua kali periode atau masa tugas delapan tahun. Jadi penggantian pejabat struktural bukan karena yang bersangkutan tak mampu lagi tapi karena mengikuti aturan ditetapkan di Universitas Bung Hatta. Penggantian para pejabat tersebut hendaknya akan dapat menimbulkan suasana baru dan akan lebih mudah mengintrospeksi diri dari apa yang telah dilakukan selama ini, sehingga ke depan pejabat baru tersebut diharapkan akan mampu melahirkan program-program baru untuk kemajuan Universitas Bung Hatta ke depan. Terkait dengan penurunan jumlah mahasiswa Universitas Bung Hatta yang mencapai 30 persen, Yunazar menjelaskan, banyak faktor yang menyebabkan turunnya jumlah mahasiswa, seperti dibukanya program non reguler dan dibukanya kelas eksekutif oleh PTN, disamping juga menurunnya jumlah tamatan SMU yang menandakan suksesnya program KB di Sumatra Barat. Selain itu, kata Yunazar Manjang, banyak diantara siswa tamatan SMU yang lebih memilih bekerja ketimbang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. “Sulitnya lapangan pekerjaan dan mahalnya biaya pendidikan di perguruan tinggi, tamatan SMU lebih memilih mengambil peluang kerja daripada kuliah karena perbedaan pendapatan antara tamatan SMU dengan PT tidak jauh berbeda,” jelas Yunazarr Manjang. Oleh karena itu, kepada para pejabat yang baru dilantik, ia mengingatkan, untuk tetap meningkatkan etos kerja dan menerapkan disiplin, disamping terus memberikan pelayanan yang baik terhadap mahasiswa maupun masyarakat umum lainnya, sehingga akan tercipta image di masyarakat bahwa Universitas Bung Hatta merupakan salah satu Perguruan Tinggi bermutu, sesuai nama besar Bung Hatta yang disandangnya. “Bila segenap civitas akademika Universitas Bung Hatta bersikap baik, tidak saling menghujat dan menjelekkan, tentu suansana damai dan kondusif akan tercipta dan orang lain pun akan bercerita tentang Universitas Bung Hatta,” tutur Rektor