Berita Terbaru
Minggu, 06 Februari 2005
Universitas Bung Hatta
Rektor Baru UBH Dilantik
Rektor baru Universitas Bung Hatta diharapkan bisa membuat sibuk mahasiswanya dengan kegiatan perkuliahan atau akademik serta kegiatan kemahasiswaan lainnya, sehingga para mahasiswa tersebut tidak punya waktu lagi untuk mendemo para pimpinannya, serta terlibat dalam hal-hal yang kurang berguna seperti narkoba, karena kegiatan-kegiatan tersebut sangat merugikan mahasiswa itu sendiri.
Himbauan tersebut disampaikan Ketua Kopertis Wilayah X Novirman Jamarun saat memberikan sambutan pada acara pengambilan sumpah sekaligus pelantikan rektor baru Universitas Bung Hatta yang dilaksanakan di Aula Gedung B Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Bung Hatta di Kampus I Ulak Karang, Sabtu (11/9).
Selain itu, Novirman juga menyebutkan, pengelolaan perguruan tinggi saat ini masih dinilai kurang efisien, terutama dalam kemampuan dosen, kualitas dosen dan kemutakhiran materi yang diberikan. Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat juga dinilai masih jauh dari memadai.
Dikatakan juga, perguruan tinggi seharusnya diberikan kebebasan dalam berkreasi, sehingga mampu mengembangkan diri secara maksimal. Namun begitu, perguruan tinggi juga dituntut untuk terus melakukan evaluasi diri, guna melihat kemajuan dan kekurangan yang dialaminya.
“Karena kalau tidak ada evaluasi, perguruan tinggi itu tidak akan pernah merasa kurang. Padahal, dia sudah sangat jauh tertinggal dibandingkan dengan perguruan tinggi lain,” ujar Novirman.
Sementara itu, pelantikan dan pengambilan sumpah terhadap Prof Dr Yunazar Manjang menjadi rektor Universitas Bung Hatta periode 2004 - 2008 menggantikan rektor lama Prof Dr Alfian Lain SE MA, dilakukan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Bung Hatta Hasan Basri Durin. Pelantikan itu turut dihadiri keluarga proklamator RI Meutia Hatta, yang datang bersama suami Sri Edi Swasono.
Hasan Basri Durin sendiri dalam sambutannya menyebutkan, pemilihan rektor Univesitas Bung Hatta kali ini berbeda dari sebelumnya. Karena sejak awal, calon-calon rektor direkrut dari usulan masyarakat, dan kemudian diumumkan melalui media massa kepada masyarakat. Selanjutnya, tim seleksi yang dibentuk yayasan meyeleksi nama-nama yang masuk, sampai kemudian terpilihlah Yunazar sebagai rektor baru UBH. (Nanang)