Berita Terbaru
Rabu, 02 Februari 2011
Universitas Bung Hatta
REKTOR PERTAMA UNIVERSITAS BUNG HATTA ITU TELAH TIADA
Ditengah malam hari Senin tanggal 31 Januari 2011, 45 menit menjelang penggantian waktu ke tanggal 1 Februari 2011, tepatnya pukul 23.15 WIB, Allah SWT telah memanggil seorang hambaNya di Rumah Sakit M. Djamil Padang. Beliau adalah Prof. Drs. H. Agustiar Syah Nur, M.A. yang menghadap Sang Khaliq dengan tenang dalam usia mendekati 75 tahun.
Semua keluarga, sahabat dan handai taulan merasa terkejut dengan kepergian beliau. Kenapa tidak, sampai sore hari Senin itu tiada tanda-tanda beliau akan pergi untuk selamanya karena masih dalam keadaan sehat, tetap bekerja seperti biasa dan berkomunikasi. Bahkan beliau masih membaca bahan ujian mahasiswa S3 yang akan diuji esok paginya.
Di samping keluarga, salah satu yang merasa kehilangan tentu keluarga besar Universitas Bung Hatta, karena beliau adalah Rektor yang pertama (1981-1985). Selama beliau memegang tampuk pimpinan tertinggi, tidak sedikit pemikiran dan karyanya yang disumbangkan untuk pengembangan Universitas Bung Hatta. Bahkan tidak menjadi rektorpun beliau tak ada istilah berhenti berbuat untuk kemajuan universitas ini. Hal ini diungkapkan oleh Salah seorang Pendiri Yayasan Pendidikan Bung Hatta, Drs. H. Zuiyen Rais, M.S pada saat pelepasan terakhir di rumah duka, Jl. Belibis Blok F No. 6, Air Tawar (Kompleks dosen UNP) yang dihadiri oleh para pelayat dari UBH, UNP, dan masyarakat sekitar. Beliau seorang bapak yang menjadi contoh tauladan bagi masyarakat di lingkungan RW 7, sambung Ketua RW 07 ATB, Drs. Abdul Azis, M.Pd.
Belum lagi kiprahnya di Universitas Negeri Padang (dahulu IKIP Padang), pemikiran dan karyanya juga menjadi fundamental bagi perkembangan UNP. Semangat dan pengabdiannya sangat patut dicontoh oleh para penerus dan kader-kader setelah beliau. Kita salut dan angkat topi dengan beliau. Usia tidak menjadi halangan bagi beliau untuk selalu berbuat dan mengabdi di universitas ini. Demikian Rektor UNP, Prof. Dr. Z. Mawardi Efendi, M.Pd. pada saat persemayaman almarhum di Aula Gedung Fakultas Teknik UNP.
Setelah disemayamkan di UNP, almarhum dibawa langsung oleh keluarganya ke kampung halaman di Simpang Tigo Lubuk Basung Agam untuk dikebumikan. Almarhum diiringi sang istri tercinta, Hj. Karmalis yang didampingi 4 orang anak kandung, 10 orang cucu serta beberapa para sahabat dan handai taulan.
Selamat jalan pahlawan tanpa tanda jasa, selamat jalan pejuang pendidikan, selamat jalan bapak kami. Semoga apa yang telah kau perbuat menjadi amal ibadah disisi Allah SWT. Amina| (**Riswandi)