Berita Terbaru
Senin, 16 April 2007
Universitas Bung Hatta
Revitalisasi Kurikulum, Gali Potensi Kelautan
Dewasa ini sebagian besar perguruan tinggi, masih menerapkan kurikulum berbasis isi, sesuai dengan kurikulum nasional yang mengacu pada SK Mendiknas No 056/U/1994. Berdasarkan Sk tersebut kurikulum pembelajaran di perguruan tinggi 60 % nya adalah kurikulum nasional yang ditetapkan oleh DIKTI dan 40 % nya kurikulum institusional. Akibatnya, tyerjadi tumpang tindih pokok bahasan diantara mata kuliah yang menyebabkan kurang efesien dan miningkatnya biaya manajemen pendidikan, beban mengajar dan penggunaan fasilitas.
Hal itu dikemukakan Wakil Rektor I UBH Prof.Dr. Hafrijal Syandri MS, salah satu yang menjadi pembicara Lokakarya Pembuatan Silabus dan Buku Ajar Berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, di Kampus I UBH, Senin (16/4/07).
Menurut Hafrijal, perbaikan kurikulum perlu dilakukan agar dapat memenuhi kriteria yang dibutuhkan pasar. Konsekwensinya perbaikan kurikulum tidak hanya pengelompokkan mata kuliha sejenis, melainakn pada perancangan kurikulum yang membuat kenyaman dosen mengajar dan lebig leluasa bagi seorang mahasiswa Fakultas Perikanan untuk memilih dan memiliki kompetensi yang diinginkannya, dan program studi dapat mengelola pendidikan lebih efesien.
Hafrijal menyatakan, revitalisasi kurikulum khususnya di bidang kelautan dan perikanan akan memberikan alokasi waktu lebih dosen/pengajar untuk mengerjakan Tri Darma Perguruan Tinggi antara lain dosen akan memiliki kesempatan untuk menyususn proposal riset, memperbaiki metoda pengajaran, membimbing mahasiswa, mengerjakan riset dan pengambdian pada masyarakat atau mengerjakan usaha yang relevan dengan bidang ilmunya.
[b]Pendidikan Kelautan[/b]
Sementara itu Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UBH, Ir. Yempita Efendi MS mengatakan, dari berbagai informasi dan stakeholder, lulusan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UBH memiliki beberapa keunggulan yakni ulet bekerja dan kerja kelompok yang baik, tetapi kemampuan manajerial dan aspek kemimpinan masih lemah, rendahnya kemapuan komunikasi dan cepat merasa puas dengan hasil pekerjaan serta kurang inovatif, a untuk mengatasi berbagai kelemahan tersebut, terutama dalam proses pembelajaran, program studi yang ada di FIK UBH merumuskan berbagai strategi dan inovasi sebagai upaya peningkatan kompetensi mahasiswaa, tegas Yempita.
Menurutnya lagi, pendidikan kelautan antara lain ; pertama harus berorientasi pada kebutuhan peluang kerja dan kesempatan berusaha di bidang penangkapan ikan, budidaya perikanan dan biota laut, dan industri pengolahan hasil perikanan. Kedua, pendidikan itu harus bisa menghasilkan tenaga terampil dan profesional untuk mengisi kebutuhan pasar kerja kelautan di dalam dan luar negeri. Ketiga, pendidikan dan pelatihan itu harus bisa memberi nilai tambah terhadap peningkatan produktivitas, keselamatan kerja, peningkatan penghasilan dan kesejahteraan, dan perbaikan lingkungan hidup.