Rp. 15 juta lebih melalui BEM UBH untuk Korban Gempa Yogya dan Jateng Berita Terbaru
Selasa, 06 Juni 2006
Universitas Bung Hatta

Rp. 15 juta lebih melalui BEM UBH untuk Korban Gempa Yogya dan Jateng

Bantuan dari seluruh Tanah Air terus mengalir untuk meringankan beban korban musibah gema tektonik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah. Melalui BEM Universitas Bung Hatta Padang terkumpul dana sebanyak Rp. 15.801.000,-. Dana yang terkumpul tersebut telah disalurkan langsung ke daerah korban gempa dengan mengirimkan 6 orang sukarelawan dari BEM UBH yang dikoordinir oleh Ketua BEM UBH Mabruri Tanjung. Menurut, Pjs BEM Syamsir Firdaus, penggalangan dana telah dilakukan sejak tanggal 29 Mei s.d 3 Juni lalu dengan membuka Posko Bantuan di kampus I dan Kampus FTI Gunung Pangilun dan dengan melakukan penggalangan dana. Sumbangan diperoleh dengan cara menghampiri para pengendara motor dan mobil di jalan-jalan utama strategis. Penggalangan dana dijalan umum terpaksa dihentikan karena turunnya surat larangan pemungutan dana/sumbangan di jalan raya dari lurah setempat berdasarkan surat edaran Walikota Padang nomor : 400.754/binsos-III/2006 tentang larangan pemungutan dana di jalan raya. aKeberangkatan sukarelawan ke Yogyakarta Rektor UBH Prof. Yunazar Manjang memberikan bantuan biaya perjalanan sebesar Rp. 1.200.000,-a ujar Firdaus. Ia juga menambahkan tiga hari setelah peristiwa gempa, Ketua BEM UBH segera berangkat ke Jateng untuk bergabung dengan BEM se-Indonesia dan organisasi-organisasi kemasyarakatan untuk membantu korban. Bantuan tersebut sengaja diantar langsung ke lokasi bencana dengan tidak mengecilkan arti keberadaan posko bencana alam yang telah dibentuk, tapi murni keinginan kawan-kawan mahasiswa dan sukarelawan yang akan terjun langsung ke lokasi, karena dengan dibagikan langsung setidaknya mahasiswa yang berasal dari Sumatera Barat yang kuliah di Yoyakarta dan sekitarnya bisa melihat kondisi mereka setelah diterpa musibah. aTekad kawan-kawan untuk menyerahkan langsung bantuan ini kepada yang bersangkutan memang sudah bulat, buktinya, meski dengan dana terbatas, mereka harus menempuh perjalanan yang cukup jauh dan mengorbankan aktivitas Sukarelawan yang berangkat malah menampakkan semangat dan tersenyum ketika Rektor UBH memberikan bantuan perjalanan sesaat sebeluma terang Daus.