Seminar dan Lokakarya penyempurnaan buku panduan PLK Berita Terbaru
Senin, 21 November 2005
Universitas Bung Hatta

Seminar dan Lokakarya penyempurnaan buku panduan PLK

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bung Hatta (UBH) Sabtu, (19/11/2005) kemarin menggelar Seminar dan Lokakarya penyempurnaan buku panduan Praktek Lapangan Kependidikan (PLK) yang diikuti sebanyak 75 orang guru guru dari 16 SMA Kota Padang serta 30 dosen FKIP UBH. Seminar dan Lokakarya yang dibuka oleh Rektor UBH Prof. Dr. Yunazar Manjang tersebut, bertujuan untuk lebih menyempurnakan buku panduan PLK yang telah diujicobakan pada bulan Juli 2005 lalu. Namun karena buku itu masih dalam ujicoba, FKIP UBH sebagai penerbit buku tersebut mengundang para guru dan guru pamong untuk membahas buku panduan tersebut menuju kesempurnaan. Ketua pelaksana Semiloka Khairul Harha, MSc. yang juga ketua jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris FKIP UBH mengatakan, semiloka sehari yang digelar di aula gedung B menghadirkan empat orang nara sumber dari berbagai disiplin ilmu, seperti Drs. Herman Nirwana, M.Pd (Peranan Pembimbingan dalam Pelaksanaan Praktek Lapangan Kependidikan), Drs. Welya Roza, M.Pd, (Permasalahan yang Dihadapi Pembimbing dalam Penerapan Buku Panduan PLK), Drs. Syamsuardi, guru SMA 10 (Permasalahan yang Dihadapi Guru Pamong dalam Penerapan Buku Panduan PLK) dan Syahruddin, S.H, S.Pd Guru SMA 12. Dalam kesempatan tersebut, Drs. Syamsuardi Ismael mengungkapkan, waktu dua bulan yang dipergunakan mahasiswa untuk praktek mengajar di ruang kelas yang terdapat dalam buku panduan itu belum cukup untuk menerapkan teori teori yang dipelajari di kampus. Para calon guru tentunya harus beradaptasi terlebih dahulu dengan lingkungan sekolah dan warga sekolah, sehingga guru pamong dalam membimbing dan menilai tingkah laku dan cara mengajar calon guru tidak maksimal dan memuaskan, karenanya buku tersebut perlu perbaikan. Perbaikan itu diperlukan, agar para calon guru jangan hanya ingin memperoleh nilai yang tinggi dan baik saja. Untuk melengkapi persyaratan lulus ujian dan wisuda, yang akhirnya akan menimbulkan kecenderungan praktek mengajar mengajar yang tidak harmonis, suasana kelas akan rusak ditambah pula dengan adanya prilaku dan keterampilan dan sikal mental dari calon guru itu sendiri. "Dengan memberikan waktu yang cukup pada calon guru tentunya akan menambah dan memberikan masukan yang sangat berharga bagi calon guru." Selama ini para guru praktek lapangan hanya meniru dan melanjutkan bentuk dan metode mengajar guru pamong atau guru guru yang pernah mengajarnya dulu, mereka kurang mendapat bimbingan belajar menjadi guru yang baik dan sistimatis, karena itu mahasiswa praktek sering mendapat ejekan serta diberikan pertanyaan yang bermacam macam yang sebetulnya dicari cari, sehingga calon guru merasa tersudutkan. "Kalau waktu yang diberikan kepada calon guru untuk melaksanakan praktek lapangan kependidikan lebih panjang, dengan sendirinya image dan prasangka siswa tempat mereka praktek lapangan akan merasa mendapat perhatian, karena siswa akan berpikir panjang untuk berbuat dan mencari masalah terhadap guru praktek lapangan tersebut," tutur Syamsuardi. Semiloka yang merupakan rangkaian hibah kompetisi ini bertajuk "Dengan penyempurnaan Buku Pendidikan PLK, Kita Tingkatkan Kualitas dan Profesional Calon Guru" , diharapkan bisa membawa dampak positif terhadap lingkungan, sehingga program program yang digelar dapat mencapai sasaran. Sementara Rektor UBH, Prof. Dr. Yunazar Manjang, yang meresmikan kegiatan ini mengatakan, kegiatan Semiloka penyempurnaan Buku Panduan PLK ini, diharapkan bisa membantu para mahasiswa (calon guru) dalam praktek mengajar di sekolah-sekolah, sehingga mereka tidak menjadi bahan ejekan bagi siswa. Disisi lain, Rektor mengungkapkan, bagi UBH kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap gagasan walikota Padang Drs. Fauzi Bahar, MSi. untuk menjadikan Padang sebagai Kota Pendidikan pada tahun 2010 mendatang