Setelah Helikopter, Mahasiswa UBH Rancang Prototipe Pesawat Mini Berita Terbaru
Kamis, 03 Mei 2007
Universitas Bung Hatta

Setelah Helikopter, Mahasiswa UBH Rancang Prototipe Pesawat Mini

Setelah Syarifuddini Al Amin mahasiswa Universitas Bung Hatta (UBH) Fakultas Teknologi Industri jurusan Teknik Elektro merancang pesawat helikopter mini tanpa awak yang bisa dilengkapi peralatan deteksi tsunami, helikopter tipe Hurrican (heli aeromodeling) Selain untuk mendeteksi terjadinya tsunami juga bisa memantau kebakaran hutan, lalu lintas serta photo udara. Syaifa Mulyadi dari jurusan yang sama dengan Al Amin, merancang pesawat mini yang juga bisa dimultifungsikan seperti helikopter. Karya rancang bangun mahasiswa tersebut kini tidak hanya merambah bidang aeromodeling, tetapi untuk juga untuk keselamatan umat manusia. Syaifa Mulyadi telah memulai melakukan percobaan penerbangan pesawatnya kemarin di lapangan Lanud Bandara Tabing. Prototip pesawat rancangan Syaifa ini mmepunyai keunggulan antara lain mudah menuju lokasi yang sulit, kecepatan bisa mencapai 120 km/jam, mampu terbang setinggi 1,5 km daya jelajah sejauh 10 km dengan daya angkut 10 kg dan tidak memerlukan landasan yang terlalu panjang. Menurut Syaifa, perancangan pesawat mini multifungsi tersebut dilatarbelakangi dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi mikrokontroler, sehingga memotivasi para ahli dan mahasiswa untuk menghasilkan penemuan-penemuan dibidang system pengontrolan dan penelitian-penelitian robotic. Menurutnya lagi penelitian yang berhubungan robotic tersebut dapat dikontrol pada sebuah pesawt terbang mini tanpa awak dengan menggunakan mikroposesor yang sangat peka terhadap pengendalian pesawat saat terbang dengan kecepatan tinggi sejauh 10 km. aUntuk pemantauan objek bencana, kebakaran hutan, pesawat ini dapat menempuh dengan waktu yang lebih cepat dan daya tempuh lebih jauh, disamping itu, jika terjadi kerusakan psawat saat dioperasikan, biaya perawatan dan perbaikan relatif lebih murah, karena resiko dengan pesawat prototipe lebih kecil dan diprogram serta didesain untuk dapat melayang di udaraa, jelas Syaifa yang juga pelatih serta instruktur aMinang Aeromodeling Cluba di Lanud Tabing. Menurutnya lagi, ia mencoba merancang dan membuat pesawat mini model prototipe tersebut juga dapat membawa peralatan pendeteksi tsunamit, alata pemantau kebakaran hutan, panas dan gas beracun gunug api dan kamera video, sehingga data-data dari rekaman dan pemancar yang ada dipesawat tersebut ke pemancar yang ada di darat dengan cepat. Selain perancangan ini adalah sebagai tugas akhirnya menyelesaikan S-1 di UBH, Syaifa juga berharap, dunia aeromodeling di Sumatera Barat makin digemari, kegiatan tersebut juga dapat dinikmati sebagai hobi yang merupakan komposisi dari berbagai disiplin ilmu dan disana kita dapat menemui penggabungan masalah Aerodinamika, pekerjaan kayu, material komposit, elektronik, mekanik, motor-motor kecil, menggambar, seni, olahraga dan rekreasi di luar ruangan.