SMAN 2 Tarusan Kunjungi Univ.Bung Hatta Berita Terbaru
Jumat, 20 Mei 2005
Universitas Bung Hatta

SMAN 2 Tarusan Kunjungi Univ.Bung Hatta

Minat para siswa kelas 3 SMA 2 Tarusan untuk melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi masih sangat rendah, hal tersebut terbukti dengan tidak adanya siswa yang mengisi formulir mengikuti jalur PMDK ke perguruan tinggi, barulah setelah diberikan pengarahan dan dorongan oleh pihak sekolah mereka bersedia mengisi formulir PMDK tersebut. Hal tersebut diungkapkan Kepala SMA 2 Tarusan, Drs. H. Azwirman disela-sela kunjungannya bersama sekitar 200 murid kelas III sekolah tersebut, ke Pusat Pengkajian Bahasa Asing (PPBA) Bung Hatta di Jalan Khatib Sulaiman Padang pada Rabu (18/5), yang bertujuan untuk mengenal lebih dekat beberapa perguruan tinggi di Sumatera Barat, termasuk juga Universitas Bung Hatta. “Awalnya para siswa yang diajukan untuk mengisi formulir PMDK tersebut yakni sekitar 5 orang dari setiap kelas, tidak mau mengisi formulir tersebut. Kami sendiri heran, kok potensi dan kesempatan besar mau disia-sia kan begitu saja, makanya para guru berupaya meyakinkan mereka agar mau mengisi formulir tersebut. Hal tersebut adalah bukti betapa masih rendahnya minat para siswa dan masyarakat kita untuk melanjutkan ke perguruan tinggi,” ujarnya lagi. Menurutnya lagi, sebenarnya kalau dari segi pendidikan guru, semuanya adalah sarjana dan bahkan ada yang sudah S2,namun yang kurangnya adalah pengalaman atau jam terbang guru-guru tersebut yang kebanyakan adalah para mahasiswa yang baru lulus yang belum berpengalaman untuk mengajar sama sekali sehingga menyajikan pelajaran seperti di perguruan tinggi, sehingga para siswa merasa kesulitan untuk menerima dan menyerap pelajaran yang ada. Rombongan yang datang dengan menumpang 5 bus tersebut disambut oleh Pembantu Rektor I Dr. Ir. Nasyfryzal carlo, M.Sc, Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan, Ir. Yempita Effendi, M.S serta beberapa orang dosen. Dalam sambutannya, Ir. Yempita menjelaskan panjang lebar tentang sejarah serta UBH lebih dekat dan mendalam. “Dana hibah yang didapat UBH dari bantuan asing yakni sekitar Rp. 20 Miliar. Bantuan ini digunakan untuk mengembangkan UBH ke depannya. Untuk mendapatkan bantuan dengan jumlah besar tersebut tidak mudah karena kita harus bersaing dengan seluruh PTN dan PTS seluruh Indonesia,” tutur Yempita. Dalam program kemahasiswaan menurutnya, Bung Hatta membentuk unit-unit kegiatan kemahasiswaan seperti mapala proklamator, UKM olah raga, PMI, pramuka, diving, kesenian, penerbitan, radio suara mahasiswa dan forum studi Islam. Untuk membantu dan memotivasi mahasiswa berprestasi, UBH juga menyediakan berbagai beasiswa. Selain itu, untuk meningkatkan mutu UBH juga melakukan kerjasama dengan institusi lain, baik pendidikan maupun non pendidikan. “Untuk pelaksanaan dan pengkoordinasian penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, UBH juga membentuk lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat yang membawahi pusat kajian mangrove dan kawasan pesisir pantai, pusat penelitian dan pengembangan perikanan, hukum dan kemasyarakatan, pusat studi lingkungan hidup, pangan dan gizi, kajian arsitektur, pusat studi perempuan, akuntansi, studi Jepang, industri dan teknologi pendidikan. “Selain itu, bagi siswa yang memiliki ranking 20 besar ke atas dapat mengikutijalur PMDK UBH. Dimana setiap mahasiswa yang lulus seleksi PMDK akan dibebaskan biaya pendaftaran, tidak ikut tes serta dibebaskan uang pembangunan selama satu semester,” ujarnya. (Sumber : Ita-wartawan Haluan)