Tak Benar Pendidikan di UBH Mahal” Berita Terbaru
Kamis, 28 Juli 2005
Universitas Bung Hatta

Tak Benar Pendidikan di UBH Mahal”

Universitas Bung Hatta (UBH) sebagai universitas terbaik di Kopertis Wilayah X, Sumbar-Riau, tak tinggal diam dengan kompetisi dalam dunia pendidikan yang terjadi saat ini. Meski sebagai yang terbaik, bukan berarti UBH berdiam diri. Apa langkah-langkah yang dilakukan, berikut paparan Pembantu Rektor I, Dr Ir Nasfryzal Carlo MSc Bagaimana strategi UBH menghadapi persaingan perguruan tinggi saat ini? Tak ada pilihan dalam menghadapi persaingan perguruan tinggi, kecuali melakukan pembenahan-pembenahan. Meski UBH saat ini sebagai perguruan tinggi terbaik di Kopertis Wilayah X (Sumbar, Riau, Jambi), tetapi bukan berarti kita tinggal diam. Persaingan memang semakin berat, kompetisi semakin ketat. Kita bukan hanya bersaing dengan perguruan tinggi swasta lokal, tetapi juga dengan perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi dari luar yang juga melakukan promosi secara gencar. Menghadapi kondisi ini, kita terus membenahi kekurangan-kekurangan, termasuk terus meningkatkan kualitas pengajar. Alhamdulillah saat ini, jumlah dosen kita yang lulus S2 dan S3 sudah semakin bertambah, termasuk para guru besar. Tadi disebutkan persaingan juga datang dari luar negeri, maksudnya? Dari satu sisi memang, tetapi di sisi lain ini bisa dimanfaatkan untuk kerjasama, terutama dalam hal penelitian. Langkah-langkah ke arah itu telah kita lakukan. Kamis kemarin kita melakukan Seminar Internasional Hasil-Hasil Penelitian tiga universitas, yakni Universitas Putra Malaysia, Universitas Andalas, dan Universitas Bung Hatta bertempat di Aula Gedung B. Kerjasama seperti ini perlu ditindaklanjuti, terutama dengan pihak UPM. Sebagai salah satu perguruan tinggi di Malaysia, perkembangan UPM sangat pesat, dan merupakan perguruan tinggi terbesar yang mendapatkan dana penelitian dari pemerintah Malaysia. Selain dilakukan secara bergilir, seminar ini kita harapkan juga dapat menjadi cikal bakal untuk kerjasama yang lebih luas. Memang, UBH belum ada MoU dengan UPM, tetapi komitmen dan action yang kita lakukan merupakan bukti serius untuk kerjasama yang lebih permanen. Soal penelitian, bagaimana minat dosen di UBH? Secara kuantitas minat para dosen di UBH perlu memang perlu dibangkitkan. Dengan adanya kerjasama UBH bersama UPM, ke depan diharapkan anggaran penelitian yang ada di UPM bisa direbut para dosen UBH sebagian, minimal dalam bentuk kerjasama penelitian. Sebenarnya, banyak peluang yang bisa direbut, tergantung kemampuan kita mengajukan proposal pada sponsor. Bagaimana dengan biaya pendidikan di UBH, khabaranya biaya pendidikannya cukup mahal? Ini yang perlu kita klarifikasi, informasi seperti ini memang sering saya dengar, entah dari mana sumbernya dan apa indikatornya. Banyak yang beranggapan demikian, tetapi silakan cek sendiri bagaimana biaya pendidikan di UBH. Sebagai perguruan tinggi swasta yang paling besar menerima dana hibah untuk penelitian, kita tetap komitmen untuk memberikan batasan yang wajar untuk biaya pendidikan. Sekali lagi, saya katakan itu hanya isu yang dihembuskan. Untuk membuktikannya, coba saja bandingkan dengan biaya pendidikan di swasta yang juga berkualitas. [b](sumber : Suk- padangekspres.com)[/b]