Fakultas
Teknik Elektro Universitas Bung Hatta Adakan Kuliah Umum Bahas Inovasi, Digitalisasi, dan Peluang Global
Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Bung Hatta menggelar kuliah umum bertajuk “Masa Depan Teknik Elektro: Inovasi, Digitalisasi, dan Peluang Global Masa Depan Dunia Kerja” secara hybrid melalui Zoom Meeting dan bertempat di Smart Class 2, Gedung Dekanat FTI Kampus Proklamator III Universitas Bung Hatta pada 26 Oktober 2026.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang berpengalaman di bidangnya yaitu Feni Sari Fadhillah, Associate Electrical Engineer di PT Bimatekno Karyatama Konsultan (Beca Group) sekaligus alumni Teknik Elektro Universitas Bung Hatta tahun 1999, dan Dr. Muhd Hafizi Idris, Senior Lecturer dari Universiti Malaysia Perlis (UniMAP).
Dalam pemaparannya bertajuk “Dari Bangku Kuliah Menuju Dunia Profesional”, Feni Sari Fadhillah membagikan pengalaman serta kiat mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Terdapat empat hal utama yang perlu diperhatikan mahasiswa, yaitu menguasai fundamental teknik elektro, melatih keterampilan nonteknis (soft skills) dan bahasa Inggris, memiliki mental pembelajar sepanjang hayat, serta adaptif terhadap perubahan.
Menurut Feni, penguasaan dasar-dasar teknik elektro menjadi fondasi bagi seorang engineer untuk memahami persoalan teknis dan menghasilkan solusi yang tepat. Namun, kemampuan akademik saja tidak cukup.
"Mahasiswa juga perlu mengembangkan kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, bekerja dalam tim, dan menyampaikan gagasan secara efektif. Penguasaan bahasa Inggris turut menjadi bekal penting untuk memperluas komunikasi profesional dan menghadapi peluang kerja global," ujarnya.
Feni menegaskan industri membutuhkan lulusan yang mampu mengintegrasikan kompetensi teknis dengan keterampilan profesional. Industri tidak hanya mencari lulusan yang pintar menghitung. Industri mencari engineer yang mampu berpikir kritis, berkomunikasi dengan baik, bekerja dalam tim, dan memberikan solusi yang aman, efisien, serta bernilai bagi klien.
"Indeks prestasi kumulatif (IPK) dapat membantu lulusan memperoleh pekerjaan pertama, tetapi keberhasilan karier jangka panjang sangat ditentukan oleh kompetensi, sikap profesional, dan kemampuan untuk terus belajar. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memanfaatkan masa perkuliahan untuk membangun fondasi keilmuan sekaligus mengembangkan karakter dan kesiapan menghadapi perubahan industri," ungkapnya.
Sementara itu, Dr. Muhd Hafizi Idris menyampaikan materi bertajuk “Transmission Line Protection in Malaysia” yang membahas sistem proteksi saluran transmisi tenaga listrik. Materi ini menjelaskan pentingnya sistem proteksi dalam menjaga keandalan penyaluran listrik, terutama ketika terjadi gangguan yang dapat menyebabkan terputusnya pasokan, kerugian pendapatan, kerusakan peralatan, bahaya bagi personel, hingga terganggunya stabilitas sistem tenaga listrik.
"Sistem proteksi harus mampu mendeteksi gangguan, mengidentifikasi bagian jaringan yang terdampak, dan memisahkannya melalui pemutus tenaga (circuit breaker) secara cepat dan selektif. Dengan demikian, dampak gangguan dapat dibatasi dan bagian sistem kelistrikan yang masih sehat tetap dapat beroperasi sejauh memungkinkan,"imbuhnya.
Dr. Muhd Hafizi Idris juga menguraikan berbagai penyebab gangguan saluran transmisi, antara lain sambaran petir dan cuaca ekstrem, pohon atau alat berat yang mendekati jaringan, gangguan akibat hewan dan kontaminasi, penurunan kualitas isolasi, serta kesalahan manusia dan pemeliharaan. Gangguan tersebut perlu dikenali dengan tepat agar sistem proteksi dapat bekerja sesuai karakteristik dan kebutuhan jaringan.
"Selain itu, sistem proteksi utama dan cadangan menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan jaringan. Proteksi utama dirancang untuk menangani gangguan pada saluran yang dilindungi, sedangkan proteksi cadangan berfungsi ketika proteksi utama atau pemutus tenaga mengalami kegagalan. Perancangan sistem juga perlu mempertimbangkan selektivitas, sensitivitas, kecepatan, keandalan, keamanan operasi, kesederhanaan, dan aspek ekonomis," paparnya.
Ketua Program Studi Teknik Elektro Universitas Bung Hatta, Dr. Indra Nisja, M.Sc., menyampaikan kuliah umum ini merupakan salah satu upaya untuk memperkuat keterkaitan antara pembelajaran akademik dan kebutuhan dunia profesional.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoretis, tetapi juga memahami kompetensi dan sikap profesional yang dibutuhkan di dunia kerja. Kehadiran alumni yang telah berkiprah di industri serta akademisi dari luar negeri diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa, meningkatkan motivasi belajar, dan mempersiapkan mereka menghadapi perkembangan teknologi,” ujarnya.
Kegiatan ini juga memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) untuk SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengayaan pembelajaran dengan pengalaman profesional dan materi teknis yang relevan bagi mahasiswa.