Fakultas
TRKJ Universitas Bung Hatta Jajaki Kerja Sama dengan RS Otak Dr. Drs. M. Hatta Bukittinggi
Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Komputer Jaringan (TRKJ), Fakultas Teknologi Industri, Universitas Bung Hatta, menjajaki peluang kerja sama strategis dengan Rumah Sakit Otak Dr. Drs. M. Hatta Bukittinggi (RSOMH) melalui pertemuan bersama Bagian Instalasi Sistem Informasi rumah sakit pada Selasa, 28 Juli 2026.
Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi yang berorientasi pada penguatan pendidikan vokasi, peningkatan kompetensi mahasiswa, serta pengembangan inovasi teknologi informasi di sektor layanan kesehatan.
Ketua Program Studi, Zulfadli, S.Kom., M.Sc., yang didampingi oleh tiga orang mahasiswanya membahas berbagai potensi sinergi antara perguruan tinggi dan rumah sakit dalam mendukung implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus menjawab kebutuhan dunia kerja yang semakin berbasis teknologi digital.
"Beberapa peluang kerja sama yang dibahas meliputi pengembangan infrastruktur jaringan komputer, administrasi server, keamanan jaringan (network security), program magang mahasiswa, kunjungan industri, pelatihan teknis, diskusi ilmiah, serta pengembangan inovasi teknologi informasi yang dapat diterapkan dalam pengelolaan sistem informasi rumah sakit," ungkapnya.
Ditambahkannya, melalui program magang dan berbagai aktivitas akademik lainnya, mahasiswa TRKJ Universitas Bung Hatta akan memperoleh pengalaman nyata dalam mengelola infrastruktur teknologi informasi rumah sakit, mulai dari pengelolaan jaringan, administrasi server, hingga implementasi sistem keamanan informasi.
"Pengalaman tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi teknis, kemampuan adaptasi, serta kesiapan lulusan menghadapi tantangan transformasi digital di berbagai sektor industri, khususnya bidang kesehatan," imbuhnya.
Ia mengatakan kolaborasi yang dibangun tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung percepatan transformasi digital di sektor kesehatan.
"Sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan layanan kesehatan juga menjadi bagian penting dalam menciptakan solusi digital yang adaptif terhadap perkembangan teknologi," sebutnya.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education), dan SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan inovasi teknologi informasi,untuk penguatan layanan kesehatan.