UBH Akan Buka Program Diplomat, Lulusan PT Harus Siap Pakai Berita Terbaru
Sabtu, 23 Februari 2008
Universitas Bung Hatta

UBH Akan Buka Program Diplomat, Lulusan PT Harus Siap Pakai

Menteri Luar Negeri RI Hasan Wirayudha dalam kuliah umumnya di hadapan ratusan civitas akademika, di kampus Universitas Bung Hatta, Jumat (22/2), mengatakan, konsekuensi disepakatinya Association South East Asian Nation Economic Blue Print (Cetak Biru Komunitas Ekonomi ASEAN) November lalu, mengharuskan dunia pendidikan mampu menghadirkan lulusan siap pakai dan memiliki kemampuan. Pasalnya, lima atau tujuh tahun mendatang mahasiswa yang sedang menempuh pendidikannya sekaranglah yang akan menjadi praktisi dalam setiap aktivitas tersebut. Menlu menegaskan, Lima atau tujuh tahun mendatang, ASEAN akan menjadi soko guru dalam setiap aktivitas yang tertuang dalam piagam ASEAN melalui Deklarasi Bangkok 1967, yaitu bidang ekonomi, sosial, budaya, politik dan keamanan regional. Cetak Biru Komunitas Ekonomi ASEAN berisi rencana kerja strategis jangka pendek, menengah, dan panjang sampai 2015, menuju integrasi ekonomi. ASEAN yang akan menjadi basis produksi tunggal. Juga, lintas bebas atas barang dan jasa, investasi, modal dan orang dalam suatu kawasan ekonomi dengan daya saing tinggi UBH Akan Buka Diplomat Selain bidang ilmu yang terlibat dalam kerjasama tersebut, kerjasama antar negara menuntut keberadaan diplomat sebagai mediator. Untuk itu dipesankan Hasan, diplomat adalah seorang yang cerdas dengan wawasan luas. aBukan hanya masalah delegasi antar-bangsa yang ada dalam kepalanya, setiap bidang kerjasama yang berlangsung antar negara harus dikuasainya,a ingat Hasan dalam kuliah yang dimoderatori Dekan Fakultas Hukum UBH, Boy Yendra Tamin, SH MH. Sementara itu, Rektor UBH Prof Dr Yunazar Manjang menyadari bahwa ASEAN melahirkan situasi yang kondusif di kawasannya. Kemudian UBH yang menyandang nama besar diplomat ulung Bung Hatta, berencana membuka program diploma diplomasi. aIde ini telah digagas beberapa waktu lalu sebagai aktualisasi eksistensi Bung Hatta sebagai tokoh diplomasi dan tuntutan terhadap tenaga diplomat itu sendiri,a harapnya. Dalam kesempatan tersebut, juga dilangsungkan Annual Lecture mengenang tokoh diplomasi Bung Hatta. Tampil dalam kesempatan tersebut mewakili keluarga Hatta, salah seorang putrinya Halida Hatta. Ia menyampaikan pembelajaran dari potret ayahnya sebagai seorang diplomat. Menjadi seorang diplomat dari sejarah panjang ayahnya, tidak boleh diplomat yang tidak cerdas. aSeorang diplomat harus gemilang dan tangkas dalam pemikiran dan berdiplomasi. Seorang diplomat harus senantiasa tegar dan percaya diri dan memegang teguh nasionalisme,a tandasnya.( sumber : padangekspres.co.id)