Berita Terbaru
Selasa, 22 Agustus 2006
Universitas Bung Hatta
UBH Buka Gelombang III, Bagi Calon Mahasiswa Baru
Dalam tahun ajaran 2006/2007 Universitas Bung Hatta masih memberikan kesempatan bagi lulusan SMU/SMK untuk menjadi mahasiswa di Universitas Bung Hatta pada gelombang III. Dalam siaran persnya Humas Universitas Bung Hatta, menyampaikan pendaftaran sudah dimulai hari ini (22/8) dan ujian masuk akan di laksanakan pada tanggal 5 September nanti.
Hal ini berkaitan dengan saat ujian gelombang II yang di ikuti lebih dari 1300 calon mahasiswa hari Sabtu (19/8) masih banyak para calon yang datang membeli formulir untuk mendaftar maupun yang menghubungi panitia via telepon untuk menjadi mahasiswa dan masih tingginya minat lulusan SLTA untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini mungkin juga disebabkan karena hasil ujina paket C bagi yang tidak lulus ujian nasioanal belum keluar serta berkemungkinan para calon mahasiswa masih memikir-mikir apakah akan akan melanjutkan kuliah atau tidak setelah tidak lulus PTN.
Sementara itu, Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Yunazar Manjang membantah adanya isu yang beredar bahwa kuliah di Universitas Bung Hatta itu mahal. Menurutnya biaya uang kuliah bagi calon mahasiswa baru tahun akademik 2006-2007 di UBH jauh lebih murah bila dibanding dengan program Non Reguler di PTN, ia juga menegaskan dibukanya gelombang 3 ini tidak ada kaitanya dengan jumlah calon mahasiswa UBH yang terus menurun, tapi melihat kenyataan dilapangan saat ujian gelombang ke 2 kemarin, masih banyak calon yang mendaftar dan menghubungi via telepon. aKarena masih tingginya minat lulusan SMU untuk ingin kuliah. Kami mengambil kebijakan untuk membuka gelombang 3, target sudah terpenuhi, Insya Allah esok (Rabu, 23/8) akan diumumkan 1200 lebih hasil ujian calon tersebut di kampus I maupun di koran lokal,tegas Yunazar.
Yunazar juga menambahkan, tahun sebelumnya orang tua calon mahasiswa dibebani uang pembangunan sebesar Rp3 juta yang dibayar selama 4 kali cicilan, tetapi mulai tahun akdemik 2006/2007 ini uang pembangunan tersebut tidak ada lagi, artinya mahasiswa baru hanya akan membayar uang kuliah, atau uang Sistem Kredit Semester (SKS) yang jumlahnya hanya berkisar Rp.1,2 juta sampai dengan Rp.1,3 juta saja.a sebut Rektor UBH didampingi oleh Purek I, II dan III diruang kerjanya Sabtu (19/8) kemarin.
Kebijakan menghilangkan uang pembangunan ini, kata Yunazar Manjang, selain membantu meringankan beban mahasiswa baru, juga karena secara fisik baik sarana maupun prosarana di UBH telah cukup, lagi pula dari 22 program studi yang ada di UBH 21 diantaranya memperoleh dana-dana hibah dari DIKTi melalaui program Program Hibah Kompetisi A2 dan A1 serta TPSDP senilai lebih dari Rp. 25 milyar, tegasnya lagi.
Terkait dengan jumlah mahasiswa yang terus menurun dalam dua tahun belakangan ini, Yunazar menjelaskan, Berhasilnya program KB yang gencar dilakukan pada sekitar tahun 85-an sehingga jumlah mahasiswa baru berkurang,menurunnya daya beli masyarakat karena krisis ekonomi, tingginya tingkat inflasi tidak berbanding lurus dengan pertumbuhan pendapatan, pilihan utama konsumen pendidikan akhirnya lebih pendidikan siap saji dan cepat kerja (Diploma, Kursus, dan sejenisnya).Ekspansi pasar yang dilakukan oleh PTN yang mengambil banyak target market dari PTS. PTN membuka berbagai jalur dan memperbanyak kelas-kelas tambahan yang ada diluar jalur reguler. Perubahan pola pikir masyarakat yang menyatakan bahwa pendidikan tinggi tidak menjamin perolehan kerja sehingga banyak sarjana yang menganggur.
Namun Yunazar tidak dapat memberikan, mana dari faktor-faktor diatas yang memang benar punya pengaruh terhadap penurunan jumlah mahasiswa baru. Faktanya adalah bahwa semua PTN dan PTS saat ini mengalami hal yang sama, yaitu menurunnya jumlah mahasiswa baru. Sehingga yang harus diatasi oleh PTS saat ini adalah meningkatkan daya kompetisi untuk dapat merebut market share yang memang sedikit dan terbatas ditengah para kompetitor yang begitu banyak. Untuk meningkatkan daya kompetisi tentu saja kembali lagi mengacu pada strategi marketing yang jitu, ulas Yunazar.
Disisi lain, Pembantu Rektor II Universitas Bung Hatta, Drs. Meihendri, M.Si memberikan penjelasan bahwa, biaya pendaftaran ulang berkisar dari Rp. 1,5 juta sampai dengan Rp. 1,9 juta tergantung dari program studi yang dipilih. Lebih jauh Meihendri menjelaskan bahwa biaya-biaya tersebut sudah termasuk uang kuliah semester I, uang perpustakaan, uang senat, iuran aptisi, uang pengenalan program studi dan program pendidikan, buku pedoman, kaos almamater, buku pedoman dan simpanan koperasi dan biaya pembuatan KTM BNI. aArtinya calon mahasiswa tinggal kuliah, tidak biaya lain-lain lagia, tegasnya.