UBH Optimistis Bersaing Berita Terbaru
Senin, 14 Mei 2007
Universitas Bung Hatta

UBH Optimistis Bersaing

Menjadi universitas yang bermutu dan terkemuka merupakan visi dari Universitas Bung Hatta (UBH). Berbagai upaya tengah dilakukan untuk mewujudkan visi tersebut. Di antaranya melalui peningkatan mutu, sarana dan prasarana proses pembelajaran. Peningkatan mutu, sarana dan prasarana merupakan strategi UBH guna menarik calon mahasiswa di tengah bermunculannya program studi nonreguler yang ditawarkan perguruan tinggi negeri (PTN) saat ini. Menghadapi persaingan itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penjaminan Mutu Prof Dr Hafrijal Syandri,mengemukakan, UBH terus melakukan peningkatan mutu dosen. Upaya ini ditempuh melalui pengiriman dosen ke beberapa perguruan tinggi favorit, baik dalam maupun luar negeri. aDari 253 dosen, 23 telah menempuh program doktor, 218 magister. Sisanya, akan menempuh program magister dalam waktu dekat ini. Di samping itu, para dosen diwajibkan untuk melakukan penelitian dalam periode tertentu,a jelasnya. Saat ini, lanjut Hafrijal, UBH tengah melakukan beberapa penelitian. Biaya penelitian para dosen umumnya berasal dari hibah beberapa lembaga donor.Untuk tahun ini, di antaranya berasal dari yayasan sebesar Rp300 juta selama setahun. Besarnya hibah tahun 2007 ini, bersumber dari hibah Dikti sebesar Rp31 miliar. aBesarnya hibah didasarkan kepada pengajuan proposal dan ruang lingkup yang dihadapi. Selain itu, sekarang ini tim tengah meneliti tiga judul fundamental, kajian wanita dengan 5 judul dan penelitian prinsipil lainnya,a tukasnya. Selain peningkatan mutu ajar bagi para dosen, UBH juga tengah meningkatkan mutu mahasiswa. Hal ini dilakukan melalui penerapan disiplin yang tinggi bagi mahasiswa. aSaat ini tengah dibahas kebijakan drop out (DO). Mahasiswa tidak boleh berlama-lama dalam menyelesaikan perkuliahan,a ungkap Hafrijal. Prestasi dan penghargaan yang diraih UBH patut diperhitungkan. Mulai dari penciptaan robot oleh mahasiswa yang berbasis efisiensi, pembuatan helikopter, penghargaan tentang penelitian dan sebagainya. aDari sini bisa dilihat kreativitas mahasiswa UBH tidak kalah dari perguruan tinggi lain,a ujar Hafrijal. Promosi UBH dilakukan ke sekolah-sekolah. Baik yang ada di Sumbar, Riau bahkan Jambi. Pada tahap awal, peningkatan mutu dilakukan melalui tahapan penyeleksian mahasiswa. UBH juga menawarkan perpustakaan online.Buku-buku perpustakaan bisa diakses melalui sistem komputerisasi. Selain itu, untuk peningkatan teknologi informasi, UBH juga menerima bantuan sebesar Rp700 juta sehingga informasi UBH ter up-grade secara sempurna. Dari data yang diperoleh Padang Ekspres di UBH, grafik penerimaan mahasiswa dari tahun 2000-2005 mengalami penurunan. Ini disebabkan oleh adanya isu tsunami, mengingat UBH berlokasi di tepi pantai dan menjamurnya program ekstensi. aTapi itu tidak membuat kita larut. Terbukti, grafik mahasiswa tahun 2006a"2007 kembali meningkat,a imbuhnya. sumber :(mg7-padangkspres.co.id)