Berita Terbaru
Kamis, 02 Juni 2005
Universitas Bung Hatta
UBH Siap Dikritik
Universitas Bung Hatta (UBH) mengaku siap untuk dikritik. Kritikan bisa dari luar maupun dalam kampus, termasuk mahasiswa sendiri. Pernyataan ini dilontarkan Rektor UBH Yunazar Manjang usai membuka Workshop Penulisan Buku Panduan Praktek Lapangan Jurnalistik di Kampus A FKIP Universitas Bung Hatta
Seiring dengan berjalannya kurikulum kompetensi Jurnalistik di FKIP UBH saat ini, kata Yunazar, segala bentuk opini dan kritik yang membangun kampus akan diberikan peluang untuk ditampilkan di media-media kampus yang ada.
”Kita berencana menghadirkan lembaran harian untuk mahasiswa dan dosen menulis. Hanya saja, kita masih pesimis dengan kahadiran tulisan-tulisan tersebut. Sebab, minat baca kita masih rendah,” ungkap Rektor.
Dikatakan, rendahnya minat baca tersebut menyebabkan kegiatan menulis menjadi hal yang sulit. Tetapi, dengan telah dijalankannya kurikulum kompetensi jurnalistik di FKIP, diharapkan mampu mengembangkan wawasan baca serta pemahaman sosial di masyarakat sehingga dapat menumbuhkembangkan semangat dan kecintaan mahasiswa dan dosen untuk menulis.
UBH sendiri dulu terkenal dengan ”Tabloid Mahasiswa Wawasan Proklamator”. Beberapa kali pernah terbit dalam terbitan ”Proklamator” yang hampir seluruhnya dijalankan oleh para dosen. Pancingan Rektor UBH ini barangkali akan menjadi cambuk bagi civitas akademika UBH untuk kembali bangkit dengan dunia kepenulisannya.
Potensi Bisnis Komunikasi
Yunazar Manjang menjelaskan kepada peserta workshop bahwa komunikasi massa saat ini telah menjadi bisnis yang menjanjikan. Dalam workshop tersebut, akan diangkat persoalan seputar jurnalistik secara umum. Mulai dari media cetak, audiovisual hingga jurnalistik portal yang trend di masyarakat global saat ini.
Tampil sebagai pembicara di workshop yang berlangsung mulai kemarin hingga Sabtu, Kepala Stasiun TVRI Sumbar Purnama Suardi yang menyampaikan tentang ”Keterampilan Dasar Jurnalistik Audio Visual”, Manajer RRI Idham Hamid tentang ”Keterampilan Dasar Jurnalistik Audio”, Wakil Ketua Umum PWI Sumbar Basril Basyar tentang ”Kode Etik Jurnalistik dan Manajemen Media Massa”, serta ”Teknik Mencari dan Menulis Berita Media Cetak” oleh mantan wartawati ([b]Sumber : DSP-http://www.Padangekspres.com)[/b]