UBH Wisuda 1.421 Lulusan Berita Terbaru
Minggu, 06 Februari 2005
Universitas Bung Hatta

UBH Wisuda 1.421 Lulusan

Saat ini kita dihadapkan pada persoalan besar, yaitu mau tidak mau harus bersedia menerima budaya luar yang kebanyakan tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Ini terjadi karena kemajuan teknologi yang semakin canggih, yang bahkan bisa membuat setiap orang menerima pesan sampai ke kamar pribadi. Dengan tekonologi itu, negara-negara maju menempatkan negara-negara dunia ketiga sebagai konsumen potensial, dan ini terjadi karena negara-negara berkembang belum mampu menyaingi kualitas produksi barang-barang impor. Dengan kata lain, negara-negara berkembang cenderung menjadi mangsa negara maju dengan strategi yang meyakinkan, walaupun disadari berat sebelah karena selalu memihak pada yang kuat. “Namun orang-orang yang terdidik, kreatif dan ulet akan mampu mengubah tantangan itu menjadi peluang dengan cara mengoptimalkan penguasaan ilmu dan teknologi, serta mengaplikasikannya dalam realitas kehidupan,” ujar Hasan Basri Durin, Ketua Yayasan Pendidikan Bung Hatta, yang memberikan sambutan dalam acara wisuda ke-40 Universitas Bung Hatta, di GOR UNP Padang, Minggu (10/10). Dalam acara tersebut, UBH mewisuda 1.421 lulusan dari 7 fakultas yang ada, yaitu dari Fakultas Ekonomi sebanyak 431 orang, Fakultas Hukum 145 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 197 orang, Fakultas Ilmu Budaya 171 orang, Teknik Sipil dan Perencanaan 131 orang, Perikanan dan Ilmu Kelautan 77 orang dan Fakultas Teknologi Industri 269 orang. Karena itulah, kata Durin, saat ini dibutuhkan lulusan yang kreatif, berkompetensi mikro sekaligus berwawasan makro. Karena itu, para lulusan diminta untuk terus mengembangkan diri, sebab ilmu pengetahuan terus berkembang, dan pengguna ilmu pun kian kritis. “Dengan membiasakan cara baik Bung Hatta, jujur, disiplin dan santun dalam kehidupan, maka saudara akan menjadi pelopor perbaikan moral bangsa,” kata Durin memberikan nasihat kepada para peserta wisuda. Durin juga menambahkan, dengan 25.453 total lulusan UBH sampai wisuda ke-40 ini, bisa dibayangkan kekuatan sinergis yang akan dapat memperbaiki kehidupan bernegara bangsa ini. Secara sosio-psikologis, katanya, sebuah pemikiran akan dapat berubah menjadi norma jika didukung oleh sejumlah besar anggota masyarakat, terutama kalangan intelektual yang berpengaruh. Sementara itu, Rektor UBH Yunazar Manjang mengatakan, salah satu strategi yang patut diperhatikan dalam mempersiapkan diri menuju abad kompetitif adalah kapabilitas internal, yakni kekuatan yang hasus dibangun dari dalam, berupa kemampuan untuk mengatur diri sendiri, di samping harus mematuhi pengaturan dari luar, dari pencipta dan pengaturan yang dilakukan oleh organisasi di tempat bekerja. Manjang juga menyebutkan, sumber daya manusia saat ini harus menguasai keterampilan dan keahlian secara profesional, dan dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena penguasaan teknologi merupakan ciri khas manusia bermutu, dan dapat mengembangkan ilmu pengetahuan sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat. (Nanang)