Berita Terbaru
Minggu, 01 Mei 2005
Universitas Bung Hatta
UBH Wisuda Wanita Lebih Banyak dari Pria
Dari 932 orang lulusan Universitas Bung hatta yang diwisuda Sabtu (30/4) kemarin, ternyata diakhir bulan April ini, jumlah lulusan wanita lebih banyak dari pria, buktinya, wisuda ke 41 kemarin terdapat 487 orang wanita dan 445 pria, apakah wanita lebih pintar dari laki-laki, yang jelas lulusan wanita lebih banyak dari pria.
Fakultas yang paling banyak menelorkan lulusannya dari 7 akultas yang ada yakni Fakultas Ekonomi dengan lulusannya berjumlah 253 lulusan, diikuti Fakultas Teknik Industri (229 lulusan), Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (119 lulusan), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (103 lulusan), Fakultas Ilmu Budaya (93 lulusan), Fakultas Hukum (91 lulusan) serta Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (44 lulusan).
Dalam pidato wisudanya, Rektor Universitas Bung Hatta Padang Prof. Dr. H. Yunazar Manjang mengungkapkan, kedepan Universitas Bung Hatta pelu melakukan apa yang disebut aktualisasi asas otonomi yakni yang dimulai dengan fungsionalisasi badan normatif, dimana senat perguruan tinggi akan lebih berperan dalam merumuskan langkah-langkah terobosan yang inovatif dan strategis untuk pengembangan.
Diharapkan, kegiatan senat dapat memberikan pengaruh sinergik terhadap pengelolaan kinerja universitas ini. Cara yang perlu ditempuh ialah dengan menyiapkan pedoman kerja dan tata tertib senat itu sendiri dan penyelenggaraan rapat senat secara berkala baik pada tingkat universitas maupun fakultas. Memberikan prioritas pada dosen muda potensial untuk dapat menjadi wakil fakultas dalam keanggotaan senat universitas untuk meningkatkan dinamika dan saling transfer pengalaman suatu terobosan yang perlu dilakukan.
Selanjutnya diperlukan pengembangan mekanisme pengelolaan dosen dengan memberi kewenangan dan otonomi yang lebih luas pada jurusan, yakni menyangkut pola seleksi, penerimaan dan pendayagunaannya, beban kerja, pemantauan pelaksanaan tugas, serta penghargaan berdasarkan kualitas kerja. Hal ini akan dicapai melalui pengembangan pola rekruitmen yang baru dan diiringi dengan pembagian beban kerja secara lebih baik diantara dosen sesuai dengan kualifikasi dan kompetensi masing-masing dosen yang bersangkutan.
Hal lain yang menjadi perhatian kita bersama kedepan ialah untuk meningkatkan rasa tanggung jawab dari pengelola universitas ini dan seluruh sivitas akademika dalam hal kesesuaian antara tujuan yang menyangkut moral dan etika yang dianut. Pola kegiatan sivitas akademika serta hasil yang dicapai, dipertanggung jawabkan sehingga dapat dilakukan pemantapan sumberdaya, aktualitas azas otonomi dan kebebasan akademik dan kesadaran sivitas akademika untuk bertingkah laku yang tidak mengganggu pelaksanaan kegiatan fungsional, khususnya tri dharma perguruan tinggi.
Sampai saat UBH tetap memberikan laporan evaluasi diri ke Kopertis Wilayah X dan 90% program studi yang dipunyai telah terakreditasi dan telah menghasilkan 11 program studi yang ada di Universitas Bung Hatta memperoleh dana hibah senilai Rp. 2,1 milyard antara lain dari TPSDP Teknik Mesin dan Sipil dan Hibah kompetisi A-1 untuk Pendidikan Matematikan, Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Manajemen, Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan dan Teknik Kimia serta Hibah Kompetisi A-2 untuk program studi Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan, Teknik Industri dan Proban Perti 02 untuk Teknik Elektro.
Untuk memacu hal tersebut, lanjut Rektor, juga diperlukan peningkatan dalam hal masa penyelesaian studi yang terkait dengan produktifitas dan angka efisiensi edukasi (AEE) serta perimbangan populasi mahasiswa dalam kelompok bidang studi dan jalur pendidikan dengan kebutuhan pembangunan. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesepadanan antara keahlian dan kemampuan kerja dengan tuntutan dunia kerja menghadapi globalsiasi.
Menyangkut penyelesaian tepat waktu, produktivitas dan AEE upaya yang harus dilakukan adalah peningkatan disiplin sivitas akademika dan staf administrasi. Suatu hal yang masih sulit dan enggan untuk dilakukan ialah mekanisme reward dan sanksi secara tegas. Menurut pendapat saya pemberian reward bagi yang memperlihatkan kesungguhan dan sanksi bagi yang tidak mengindahkan disiplin akan memacu sivitas akademika untuk melakukan tindakan yang terbaik dalam menjalankan tugas-tugasnya, sebaliknya ketidak adanya reward dan keberanian memberikan sanksi akan mempengaruhi kinerja kita semua.
Peningkatan kesepadanan dan keterkaitan dengan tuntutan dunia kerja dan globalisasi diantisipasi dengan membuka dan melakukan komunikasi yang seluas-luasnya dan intensif secara terus menerus dengan dunia usaha, para alumni, pemerintah, asosiasi profesi dan pengguna. Selain itu, sudah merupakan keharusan dan mungkin sudah sangat mutlak agar para lulusan dapat berkomunikasi secara lebih luas melalui peningkatan kemampuan berbahasa Inggris dan kemampuan dalam kecakapan teknis professional. Dengan demikian, dalam era pasar bebas lulusan dapat bersaing ditingkat global, persyaratanTOFEL bagi lulusan yang dicanangkan universitas ini perlu dukungan kita bersama. (def-wartawan Pos Metro)