Fakultas
Universitas Bung Hatta dan The Japan Foundation Gelar Lomba Presentasi Bahasa Jepang ke-5 Wilayah Sumbar Riau
Program Studi Sastra Jepang Universitas Bung Hatta bekerja sama dengan The Japan Foundation Jakarta menyelenggarakan Lomba Presentasi Bahasa Jepang ke-5 Wilayah Sumatera Barat dan Riau di Aula Balairung Caraka, Gedung B, Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta pada 10 Oktober 2026.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Diana Kartika yang diikuti oleh 12 peserta perwakilan dari Universitas Bung Hatta, Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang, dan Universitas Riau.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang merupakan hasil kerja sama antara Program Studi Sastra Jepang Universitas Bung Hatta dan The Japan Foundation Jakarta.
Menurutnya, lomba ini tidak hanya menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan berbahasa Jepang, tetapi juga mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Jepang, khususnya dalam bidang pendidikan dan kebudayaan.
“Penguasaan bahasa Jepang tidak hanya memperluas wawasan budaya, tetapi juga membuka berbagai peluang kerja dan studi lanjut, baik di dalam negeri maupun di Jepang,” ujarnya.
Ia berharap seluruh peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaik, meningkatkan kepercayaan diri, serta mengembangkan keterampilan berkomunikasi dalam bahasa Jepang. Kemampuan tersebut dinilai penting untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi persaingan global dan memanfaatkan peluang akademik maupun profesional di masa mendatang.
Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta, Diana Chitra Hasan, M.Hum., M.Ed., Ph.D. menyampaikan apresiasi kepada Program Studi Sastra Jepang yang konsisten menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa lomba presentasi bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan panggung bagi mahasiswa untuk membuktikan kemampuan menyampaikan gagasan secara terstruktur, persuasif, dan komunikatif.
Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan visi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta. Ia juga mengaitkan penguasaan bahasa asing dengan keteladanan Bung Hatta sebagai tokoh bangsa yang menghargai pengetahuan dan penguasaan bahasa sebagai jendela untuk memahami dunia.
“Bahasa Jepang mengajarkan kita lebih dari sekadar kosakata. Ada filosofi ganbaru, shikkari, dan omoiyari yang mencerminkan kerja keras, ketelitian, dan empati. Nilai-nilai ini sejalan dengan semangat perjuangan Universitas Bung Hatta,” ungkapnya.
Ia menambahkan pada era digital dan kecerdasan buatan, kemampuan berbahasa asing perlu diimbangi dengan keterampilan menyampaikan ide secara meyakinkan dan sistematis. Oleh karena itu, lomba presentasi menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi komunikasi yang dibutuhkan dalam lingkungan akademik maupun dunia kerja.
Kepada para peserta, Dekan berpesan agar tidak takut melakukan kesalahan dalam pelafalan maupun tata bahasa karena hal tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran. Ia juga mengingatkan pentingnya menyampaikan pesan dengan tulus dan menjunjung tinggi sportivitas selama perlombaan.
“Jangan melihat lomba ini hanya sebagai ajang menang dan kalah. Lihatlah sebagai simulasi masa depan. Kelak, kalian mungkin akan melakukan presentasi di depan perusahaan Jepang, mengikuti seleksi beasiswa MEXT, atau berkomunikasi dengan klien internasional,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, Universitas Bung Hatta terus mendorong penguatan kompetensi bahasa asing, pertukaran wawasan budaya, serta pengembangan kepercayaan diri mahasiswa. Kolaborasi dengan The Japan Foundation Jakarta juga menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring pendidikan dan kebudayaan antara Indonesia dan Jepang.
Kegiatan ini memiliki keterkaitan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui pengembangan keterampilan bahasa dan komunikasi mahasiswa dalam mendukung pendidikan dan pertukaran budaya Jepang .