Universitas Bung Hatta Gelar Kuliah Umum SPPB dan Kajian Jepang dalam Pusaran Strategis Global Kini dan Masa Depan Universitas
Selasa, 23 Juni 2026
Ubay

Universitas Bung Hatta Gelar Kuliah Umum SPPB dan Kajian Jepang dalam Pusaran Strategis Global Kini dan Masa Depan

Universitas Bung Hatta menyelenggarakan Kuliah Umum bertajuk “SPPB dan Kajian Jepang dalam Pusaran Strategis Global Kini dan Masa Depan” bersama Prof. Dr. I Ketut Surajaya, S.S., M.A., Ketua Program Studi Kajian Wilayah Jepang Sekolah Pascasarjana Program Studi Berbasis Riset Universitas Indonesia. Kegiatan berlangsung di Aula Balairung Caraka, Gedung B Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta pada 12 Juni 2026.

Kuliah umum ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, di antaranya Wakil Rektor, Dekan, Ketua Program Studi, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa Universitas Bung Hatta yang mengikuti pembahasan mengenai perkembangan Jepang dalam dinamika geopolitik, ekonomi, dan hubungan internasional global.

Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Diana Kartika menyampaikan  perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membekali mahasiswa dengan wawasan global dan kemampuan memahami perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat.

“Melalui kuliah umum ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga mendapatkan perspektif yang lebih luas mengenai posisi Jepang dalam percaturan dunia saat ini dan masa depan. Pemahaman global seperti ini sangat penting untuk membentuk lulusan yang adaptif, kritis, dan mampu bersaing di tingkat internasional,” ujar Prof. Diana Kartika.

Lebih lanjut, Rektor menekankan pentingnya penguatan jejaring akademik dan kolaborasi dengan berbagai institusi serta pakar internasional guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian di Universitas Bung Hatta.

Dalam paparannya, Prof. I Ketut Surajaya mengulas berbagai perkembangan strategis yang terjadi di Jepang, mulai dari tantangan demografi, transformasi ekonomi, perkembangan teknologi, hingga peran Jepang dalam menjaga stabilitas kawasan Asia-Pasifik di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

 “Kajian Jepang tidak hanya terbatas pada aspek budaya dan bahasa, tetapi telah berkembang menjadi kajian multidisipliner. Pemahaman terhadap Jepang menjadi penting bagi generasi muda Indonesia dalam menghadapi tantangan global di masa depan,” ungkapnya.