Universitas Bung Hatta Gelar Workshop Penguatan Kapasitas Hibah Riset Internasional dan Nasional Universitas
Senin, 06 Juli 2026
Ubay

Universitas Bung Hatta Gelar Workshop Penguatan Kapasitas Hibah Riset Internasional dan Nasional

Direktorat Riset-Inovasi, Pengabdian Masyarakat & Kemitraan Universitas Bung Hattamenyelenggarakan Sesi 2 Workshop Penguatan Kapasitas Hibah Riset Internasional dan Nasional dengan tema “Meningkatkan Daya Saing Hibah Penelitian: Dari Gagasan hingga Pengajuan Proposal”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh dosen Universitas Bung Hatta dari berbagai fakultas pada 2 Juli 2026.

Sesi kedua ini mengangkat topik Sharing Session Hibah BRIN dengan menghadirkan dua narasumber, yaitu Prof. Dr. Ir. Hafrijal Syandri, M.S., Dosen SP2K Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta, serta Dr. Adi Bejo Suwardi, S.Si., M.Si., Dosen Universitas Samudra.

Wakil Rektor III Universitas Bung Hatta Dr. Zulherman, S.T., M.Sc, menyampaikan kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mendorong dosen agar semakin aktif dalam mengakses pendanaan riset nasional, khususnya melalui skema BRIN.

“Universitas Bung Hatta terus mendorong dosen untuk meningkatkan kualitas proposal penelitian, memperkuat kolaborasi, serta menghasilkan riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat, industri, dan pembangunan nasional,” ujarnya.

Kepala Divisi Riset dan Inovasi Direktorat RIPKA Dr. Amelia Sriwahyuni Lubis, S.Pi., M.Si menyampaikan kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman praktis kepada dosen mengenai strategi penyusunan proposal hibah BRIN yang kompetitif.

“Melalui sesi ini, kami berharap dosen Universitas Bung Hatta tidak hanya memahami persyaratan administratif, tetapi juga mampu membangun ide riset yang kuat, memiliki kebaruan, luaran yang jelas, rekam jejak tim yang relevan, serta strategi implementasi yang terukur,” ungkapnya.

Pada sesi pertama, Prof. Dr. Ir. Hafrijal Syandri, M.S. memaparkan berbagai aspek penting dalam penyusunan proposal hibah BRIN berdasarkan pengalaman dan perspektif penilaian proposal. Beliau menekankan pentingnya kesesuaian antara tema riset dengan kompetensi tim, relevansi publikasi dengan topik yang diusulkan, kelengkapan CV anggota tim, kejelasan rujukan riset sebelumnya, ketepatan anggaran, serta keterukuran target luaran dan Tingkat Kesiapterapan Teknologi atau TKT.

Materi tersebut juga menyoroti beberapa catatan reviewer yang sering menjadi penyebab proposal perlu diperbaiki, seperti lemahnya rekam jejak tim, kurang jelasnya kesinambungan riset, serta belum sinkronnya target TKT dengan tujuan penelitian.

Pada sesi kedua, Dr. Adi Bejo Suwardi, S.Si., M.Si. menyampaikan materi bertajuk “Tren dan Strategi Penyusunan Proposal Penelitian Pendanaan BRIN”. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan ruang lingkup skema RIIM Kompetisi, persyaratan pengusul, persyaratan administrasi, kelayakan tim dan rekam jejak, serta strategi menemukan ide riset yang kompetitif.

Ia juga menekankan RIIM tidak hanya mencari proposal yang menarik secara akademik, tetapi proposal yang mampu menghasilkan kebaruan, invensi, inovasi, dan potensi implementasi.

Materi Dr. Adi Bejo juga memberikan gambaran praktis mengenai alasan banyak proposal gagal, antara lain karena kurang memahami visi dan agenda pemberi dana, tidak patuh pada panduan penelitian, tidak mengikuti format proposal, tidak memahami kriteria penilaian, tidak memiliki roadmap riset yang jelas, serta tidak membangun kolaborasi yang kuat.

Oleh karena itu, dosen didorong untuk memahami sejak awal visi pemberi dana, panduan penelitian, format proposal, dan kriteria penilaian agar proposal yang disusun lebih relevan, terarah, dan kompetitif.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta memperoleh kesempatan untuk berdialog langsung dengan narasumber terkait strategi penyusunan proposal, pemilihan topik riset, penguatan tim, penyusunan luaran, serta penyesuaian proposal dengan skema pendanaan BRIN.

Melalui kegiatan ini, Universitas Bung Hatta berharap semakin banyak dosen yang mampu menyusun proposal hibah riset yang berkualitas dan berdaya saing. Rangkaian workshop ini juga menjadi bagian dari komitmen Universitas Bung Hatta dalam memperkuat budaya riset, meningkatkan capaian pendanaan penelitian, serta mendorong lahirnya inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan nasional.