Fakultas
Universitas Bung Hatta Jadi Mitra Pembangunan Calon Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) 2027
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Bung Hatta berpartisipasi sebagai mitra pembangunan dalam Pelatihan Tim Penilai dalam rangka Penyiapan dan Perencanaan Calon Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2027 di Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), ini berlangsung pada Selasa–Kamis, 27–29 Oktober 2026, di Hotel Rocky Padang.
Partisipasi tersebut merujuk pada surat undangan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Nomor B.19/TA.1/PI.420/X/2026 tanggal 23 Oktober 2026. Keterlibatan FPIK Universitas Bung Hatta menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung proses penyiapan calon lokasi pembangunan kawasan pesisir yang terencana, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat nelayan.
Persiapan KNMP Tahun 2027 ini melibatkan sekitar 3.500 tenaga penilai dan mitra pembangunan yang tersebar di 37 provinsi di Indonesia. Pelatihan pembekalan ini dilaksanakan secara nasional pada 26–30 Oktober 2026 dandibuka oleh Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif untuk memperkuat kualitas asesmen dan perencanaan calon lokasi pembangunan.
Ketua Satgas Persiapan dan Perencanaan KNMP 2027, Mohammad Abdi Suhufan, menekankan pentingnya menempatkan kebutuhan nelayan sebagai prioritas dalam proses persiapan dan perencanaan. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan organisasi nonpemerintah menjadi bagian penting dalam memperkuat asesmen dan memastikan kesiapan calon lokasi pembangunan.
Rektor Universitas Bung Hatta, *Prof. Dr. Diana Kartika, menegaskan keterlibatan perguruan tinggi sebagai mitra pembangunan merupakan wujud penerapan ilmu pengetahuan untuk mendukung kebutuhan masyarakat. Universitas Bung Hatta terus mendorong kontribusi sivitas akademika dalam mendukung pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Keterlibatan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dalam persiapan KNMP Tahun 2027 merupakan bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mengoptimalkan potensi sektor perikanan dan kelautan serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir,” demikian draf pernyataan Rektor Universitas Bung Hatta," ungkapnya.
Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Ir. Yusra, M.Si., melalui keterlibatan fakultas dalam kegiatan ini turut memperkuat peran keilmuan perikanan dan kelautan dalam mendukung pembangunan kawasan pesisir. Kompetensi akademik di bidang tersebut relevan untuk mengidentifikasi potensi wilayah, memahami karakteristik usaha perikanan, serta mengkaji kebutuhan masyarakat nelayan sebagai dasar perencanaan pembangunan.
"Perencanaan KNMP juga perlu memperhatikan keberlanjutan aktivitas ekonomi masyarakat. Penyediaan infrastruktur diharapkan terintegrasi dengan kebutuhan produksi, penanganan hasil perikanan, pengolahan, pemasaran, dan penguatan kelembagaan nelayan. Dengan pendekatan tersebut, pembangunan tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga mendorong produktivitas, peningkatan nilai tambah hasil perikanan, dan pengembangan usaha masyarakat," sebutnya.
Ditambahkannya, melalui pelatihan ini para mitra lapangan dapat menyamakan pemahaman serta meningkatkan kapasitas teknis tim penilai dalam melaksanakan survei, verifikasi, penilaian, dan fasilitasi kesiapan calon lokasi KNMP Tahun 2027. Melalui pembekalan tersebut, tim penilai diharapkan mampu melakukan identifikasi dan penilaian secara sistematis berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
"Sejumlah aspek menjadi perhatian dalam proses penilaian, meliputi kesiapan lokasi, ketersediaan infrastruktur pendukung, aksesibilitas, potensi ekonomi, kelembagaan masyarakat, serta kebutuhan nelayan. Hasil penilaian tersebut diharapkan menjadi dasar bagi penyusunan rekomendasi calon lokasi yang sesuai dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan masyarakat setempat," sebutnya.
Dari perspektif pembangunan berkelanjutan, keterlibatan FPIK Universitas Bung Hatta relevan dengan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) mendukung upaya pemerintah dalam menyiapkan pembangunan kawasan nelayan yang berbasis potensi wilayah dan kebutuhan masyarakat.