Lewati ke konten utama
Universitas Bung Hatta Rancang Ruang Interpretasi untuk Konservasi Penyu di Pulau Pandan Fakultas
Rabu, 04 November 2026
Ubay

Bagikan:

Universitas Bung Hatta Rancang Ruang Interpretasi untuk Konservasi Penyu di Pulau Pandan

Kepedulian terhadap pelestarian ekosistem pesisir dan laut diwujudkan melalui penelitian tugas akhir sekaligus kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh Alfa Albarri, mahasiswa Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta.

Ia melakukan survei lapangan di Pulau Pandan, Kota Padang, yang termasuk dalam Kawasan Konservasi Nasional Taman Wisata Perairan (TWP) Pulau Pieh dan Laut Sekitarnya, untuk mengkaji kebutuhan ruang interpretasi (interpretative spaces) dalam mendukung program konservasi penyu.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 22–23 Oktober 2026 tersebut bertujuan mengidentifikasi kondisi kawasan, lokasi potensial, persepsi pemangku kepentingan, serta kebutuhan infrastruktur yang dapat menunjang kegiatan konservasi penyu. Selain mengumpulkan data untuk penelitian tugas akhir, Alfa juga melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat secara mandiri melalui edukasi dan sosialisasi kepada pihak pengelola kawasan.

Gagasan penelitian ini berawal dari arahan Ketua Program Studi Arsitektur, Dr. Al Busyra Fuaddi, S.T., M.Sc., yang mendorong mahasiswa untuk memperluas perspektif dan keluar dari zona nyaman dalam menentukan topik penelitian tugas akhir. Mahasiswa diarahkan untuk mengeksplorasi persoalan arsitektur yang berkaitan dengan kawasan pesisir, kelautan, dan pulau-pulau kecil sehingga penelitian yang dihasilkan tidak hanya berorientasi pada aspek desain bangunan, tetapi juga menjawab kebutuhan lingkungan dan masyarakat.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Alfa melakukan konsultasi dan diskusi lintas disiplin ilmu dengan dua dosen Program Studi Sumberdaya Perairan, Pesisir, dan Kelautan (SP2K), Program Pascasarjana Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta, yakni Dr. Harfiandri Damanhuri, S.Pi., M.Sc. dan Dr. Ir. Suparno, M.Si.

Dr. Harfiandri Damanhuri memiliki pengalaman teoritis dan praktis dalam mendukung pelaksanaan program konservasi penyu di Sumatera. Sementara itu, Dr. Ir. Suparno, M.Si. memiliki pengalaman dalam penilaian kondisi ekosistem terumbu karang di pantai barat Sumatera, serta penyusunan rencana pengelolaan dan pembagian ruang laut.

Diskusi lintas bidang ilmu tersebut kemudian melahirkan gagasan penelitian bertema “Interpretative Spaces dalam Mendukung Konservasi Penyu di Pulau Pandan, Kota Padang”. Penelitian ini mengintegrasikan perspektif arsitektur dengan kebutuhan konservasi ekosistem pesisir dan laut, khususnya dalam penyediaan ruang edukasi dan interpretasi bagi pengunjung maupun pengelola kawasan.

Pelaksanaan survei lapangan didukung oleh kemitraan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta dengan LPK Pekanbaru selaku pengelola Kawasan Konservasi Nasional TWP Pulau Pieh dan Laut Sekitarnya. Melalui kerja sama tersebut, Alfa memperoleh rekomendasi untuk melaksanakan survei langsung ke Pulau Pandan guna menghimpun data dan informasi mengenai kondisi kawasan serta aktivitas konservasi penyu yang berlangsung di lokasi.

Selama berada di Pulau Pandan, Alfa melakukan pengamatan lapangan, menggali informasi, serta menghimpun masukan dari pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan konservasi. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara mandiri, ia juga memberikan edukasi dan sosialisasi kepada pengelola kawasan, khususnya enumerator konservasi penyu dan pemandu wisata konservasi, mengenai pentingnya penyediaan ruang interpretasi.

Ruang interpretasi merupakan fasilitas edukasi yang dirancang untuk membantu pengunjung memahami nilai ekologis kawasan, siklus kehidupan penyu, ancaman terhadap kelestariannya, serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya konservasi. Keberadaan ruang ini diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi antara pengelola kawasan dengan pengunjung, sekaligus meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap perlindungan keanekaragaman hayati laut.

Melalui penelitian ini, kebutuhan ruang interpretasi diharapkan dapat diidentifikasi berdasarkan kondisi nyata di lapangan dan kebutuhan para pemangku kepentingan. Dengan demikian, hasil penelitian tidak hanya menghasilkan gagasan desain arsitektur, tetapi juga dapat menjadi masukan bagi pengelola dalam mengembangkan infrastruktur edukasi yang mendukung efektivitas program konservasi penyu.

Kegiatan ini sekaligus mencerminkan penerapan pembelajaran lintas disiplin ilmu di Universitas Bung Hatta, ketika mahasiswa Arsitektur berkolaborasi dengan akademisi bidang perikanan, kelautan, dan konservasi untuk menjawab persoalan nyata di kawasan pesisir. Penelitian dan pengabdian tersebut diharapkan menjadi kontribusi akademik yang memberikan manfaat langsung bagi pengelolaan kawasan konservasi.

Inisiatif ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 14 (Ekosistem Laut), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu dan kemitraan dengan pengelola kawasan konservasi.