Wisuda ke 44 UBH, Sarjana Harus Jadi Contoh dan Teladan Berita Terbaru
Sabtu, 29 Juli 2006
Universitas Bung Hatta

Wisuda ke 44 UBH, Sarjana Harus Jadi Contoh dan Teladan

Salah satu ciri Sumber Daya Manusia (SDM) yang bermutu adalah mereka yang dapat memahami dan mengembangkan ilmu pengetahuannya untuk kepentingan bagi orang banyak. Karena itu, keahlian dan keterampilan yang dimiliki oleh SDM bermutu harus pula dikembangkan secara berkelanjutan. Hal itu dikemukakan Rektor Universitas Bung Hatta (UBH) Prof. Dr. Yunazar Manjang, dihadapan segenap civitas akademika, ratusan orang wisudawan/ti dan undangan lainnya ketika wisuda ke-44 lulusan Sarjana dan Diploma III, Sabtu, 29/07/2006 di aula Kampus III Fakultas Teknologi Industri Gunung Pangilun. Menurutnya, manusia khususnya para lulusan perguruan tinggi akan mencari dan menciptakan pekerjaan untuk menunjang kehidupannya dan ini tentu akan menimbulkan persaingan yang cukup ketat, bukan hanya sesama bangsa sendiri, tetapi persaingan itu juga akan terjadi antar bangsa yang semakin tajam. Salah satu strategi yang dikemukakan Yunazar untuk mempersiapkan diri menuju persaingan tersebut adalah strategi kapabilitas internal, yaitu kekuatan yang harus dibangun dari dalam, berupa kemampuan untuk mengatur diri sendiri, disamping harus mentaati aturan dari sang pencipta dan pengaturan yang dilakukan oleh organisasi dimana kita bekerja. Pada wisuda ke 44 tersebut, kepada para wisudawan/ti Rektor mengingatkan, agar alumni UBH terus belajar dan mengembangkan ilmu yang telah didapat, ijazah jangan hanya jadi lambang dan pajangangan saja. Jadilah pelayan masyarakat, selalulah berusaha mengejar keunggulan dan prestasi, jangan hanya hebat ketika berada di kampus tetapi lemah ketika telah terjun ke tengah-tengah masyarakat. aNama besar Bung Hatta yang jujur, ulet dan disiplin harus dapat diperlihatkan ketika alumni UBH berada di tengah tengah masyarakat.,a jelas Yunazar mengingatkan. Sementara Sekretaris Yayasan, Masri Usman dalam kesempatan yanga sama mengatakan, kebijakan baru Universitas Bung Hatta untuk memberikan keringanan bebas uang pembangunan bagi mahasiswa baru tahun akademik 2006-2007 adalah dalam rangka memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikannya di UBH. Kebijakan itu diambil, katanya, karena secara fisik gedung perkuliahan yang dimiliki UBH cukup memadai, dan juga selama ini uang pembangunan mungkin dirasakan memberatkan bagi sebagian orangtua calon mahasiswa. Sekretaris Kopertis wilayah X Prof.Dr Bujang Rusman,MS dalam sambutannya mengatakan, di era globalisasi, peran perguruan tinggi akan semakin dominan terutama dalam peningkatan anation competitivenessa, sehingga akuntabilitas kerja dan peran perguruan tinggi akan dapat membuat setiap karya dan inovasinya harus dapat memberi nilai tambah kepada perguruan tinggi sebagai lembaga ilmiah, dan sebagai agen pembawa dan pencipta teknologi yang dimilikinya untuk sector industri dan masyarakat sebagai pengguna. Menurutnya lagi, perguruan tinggi harus meningkatkan mutu lalusannya, dan setiap perguruan tinggi harus berbenah diri dan dapat bersaing dengan perguruan tinggi bermutu lainnya, sehingga sebuah perguruan tinggi harus memiliki karakteristik yang maju, professional, produktif, inovatif dan responsive. Apalagi Indonesia telah meretifikasi kesepakatan WTO, sehingga telah mulai masuk beberapa perguruan asing ke Indonesia seperti politeknik sipil dan elektro, atentu hal ini akan menjadi ancaman bagi PTSa ujarnya. Ditempat terpisah, Kabag Humas UBH, Indrawadi, SPi, menjelaskan, wisuda program sarjana dan diploma ke 44, pelaksanaannya baru pertama kali diadakan diKampus III FTI Gunung Pangilun, karena aula di kampus III cukup untuk menampung 230 orang wisudawan yang terdiri dari Fakultas Ekonomi 45 orang, Fakultas Ilmu Budaya 8 orang dan Fakultas Teknik Sipil 29 orang, Fakultas Hukum 60 orang, Fakultas Keguruan 25 orang, Fakultas Perikanan 1 orang dan Fakultas Teknologi Industri sebanyak 62 orang. Bedanya, para lulusan terbaik langsung ijazahnya langsung diserahkan rektor didampingi kedua orang tua wisudawan. Jasman, orang tua Yulianti wisudawan terbaik dari FIB dengan IPK 3,71 mengaku terharu dan senang wisuda dilaksanakan dikampus sendiri dan penghargaan khusus yakni bisa mendampingi penyerahan ijazah yang anaknya lulus dengan pujian, karena dengan begitu ia bersilaturahim dengan dosen-dosen, menurutnya lagi, setahu dia baru kali ini wisuda UBH yang lulusan terbaik disebutkan nama orang tua dan dosen pembimbing, ujarnya tersenyum. Wisudawan terbaik pada wisuda ke 44 ini sebanyak 15 orang, terdiri dari 3 orang dari Fakultas Ekonomi, 2 orang dari Fakultas Hukum, 1 orang dari FKIP, 1 dari FIB 3 dari FTSP, 1 dari Fakultas Perikanan dan 4 orang dari FTI. ***