Yunazar: Jangan Berbuat Money Politics Berita Terbaru
Senin, 11 April 2005
Universitas Bung Hatta

Yunazar: Jangan Berbuat Money Politics

Meskipun Bakal Calon Gubernur(Balongub) dan Balon Wakil Gubernur (Balonwagub) dari koalisi Sakato belum ditetapkan saat ini, akan tetapi dari lima pasang Balon yang sudah ditetapkan partai dan gabungan partai politik saat ini komposisinya sudah proporsional. Masing-masing partai terlihat sudah mengakomodir pada Balon yang cukup bagus, baik dari Balon yang sudah lama menetap di Sumbar maupun perantau. Demikian diungkapkan Rektor Universitas Bung Hatta prof Dr Yunazar Manjang kepada koran ini, kemarin. Disamping itu, Yunazar pun melihat dari segi background masing-masing Balon dirasakannya sudah cukup mewakili, baik yang berasal dari kalangan birokrat, pengusaha, teknokrat dan akdemisi. Mereka yang muncul tersebut, tampaknya juga komit pada Sumber Daya Manusia (SDM), walaupun datang dari latar yang berbeda. "Namun, kita bersama berharap semua Balon tidak berbuat money politics karena akan sangat merugikan masyarakat secara umum, dan dampaknya pun akan terus menggejala pada generasi anak cucu kita di masa-masa mendatang," ingat Yunazar. Untuk money politics ini, Yunazar pun mengingatkan kepada masyarakat dan partai untuk tidak terpengaruh. Sebab, efeknya sangat tidak baik bagi perkembangan pembangunan daerah ini kedepan. Masyarakat harus pada posisi mengawasi dan melaporkan pihak-pihak yang mencoba membujuk dan memainkan politik uang pada sebelum dimulainya Pemilihan Kepala Daerah Langsung (Pilkadal), sampai ke hari pemungutan dan perhitungan suara. Memang, diakuinya kondisi perekonomian masyarakat yang masih 'belum stabil' bisa saja terpengaruh dengan permainan pilitik uang. Pada kondisi tersebut, masyarakat bisa menjadi tidak lagi melihat track recor, visi, misi, program dan kemampuan sang Balon dalam menentukan pilihannya. Tapi, lebih melihat kepada besaran uang yang akan mereka peroleh. Nah, apabila itu terjadi, akan dibawa kemana daerah ini. "Partai pun tidak berpikir sesaat atau aji mumpung dalam menentukan dan memenangkan pasangan Balon yang mereka usung. Sikap itu harus dihilangkan dalam Pilkadal, sebab pemimpin yang kita pilih adalah pemimpin yang diharapkan dapat membawa harapan baru bagi kemajuan daerah ini kedepan," ingatnya lagi. Masing-masing Balon dan partai harus bersikap fair dan tidak menggunakan cara-cara negatif seperti menyerang para Balon lain tanpa dukungan fakta dan bukti-bukti yang jelas. Menurutnya, biarlah masyarakat sendiri yang menilai sebab kedaulatan dalam Pilkadal, sama dengan Pemilihan Presiden yaitu berada di tangan rakyat. Masyarakat harus pula aktif mengungkap fakta-fakta disertai bukti Balon yang mempunyai track record jelek. Sementara terkait dengan harapannya kepada Balon terpilih, Yunazar menyatakan prioritas utama yang harus dibenahi nantinya yaitu persoalan masih lemahnya kualitas SDM Sumbar. Peningkatan salary (penghasilan), pengembangan ekonomi masyarakat seperti sektor UKM dan mutu serta layanan kesehatan. Begitu pun halnya dengan pengembangan sektor pertanian, perkebunan dan pariwisata. "Penghasilan masyarakat perlu ditingkatkan dari kondisi yang ada sekarang. Misalnya untuk Upah Minimum Provinsi (UMP) yang ada sekarang masih jauh dari harapan atau belum mampu memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat sehari-hari. UMP terkesan masih setengah hati. Sama halnya dengan kebutuhan para guru," harapnya.(esg) [dikirim oleh [b]Heri Sugiarto- Padang Ekspres[/b]]