10 September 2019
Bunghatta.ac.id. Wakil Gubernur Sumatera Barat, H. Nasrul Abit, bersama Rektor Universitas Bung Hatta (UBH), Prof. Dr. Azwar Ananda resmi membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus kepada Mahasiswa Baru (PKKMB) di Kampus II Aia Pacah, Selasa (9/9).

Pembukaan PKKMB yang dijadwalkan dilaksanakan selama tiga hari itu ditandai dengan pengalungan kokarde secara simbolis, pelebasan balon ke udara, dan foto bersama mahasiswa baru di Kampus II, UBH Aia Pacah Padang.

Kepada mahasiswa baru, Nasrul Abit mengingatkan bahwa pada usia atau masa remaja akhir saat ini wajib bagi setiap individu memulai hidup mandiri dengan target, yaitu kesuksesan. Tak hanya itu, mahasiswa juga diingatkan agar setiap langkah harus berbarengan dengan ketakwaan kepada sang pencipta.

"Mahasiswa baru hari ini, 20 tahun lagi merupakan pilar bangsa Indonesia, mulailah hidup mandiri jauhi perbuatan negatif seperti Narkoba, LGBT, dan aksi anarkis karena hal itu merupakan benalu dalam kesuksesan. Tuntutlah ilmu pengetahuan dari kampus dan juga melalui organisasi, dua hal ini penting di dunia kerja. Melalui organisasi, individu dibentuk dan diuji dalam bekerja sama. Tapi, jangan sampai karena organisasi, kuliah terabaikan karena tamat merupakan target yang utama," katanya.

Sementara itu, kepada penyelenggara dan juga para senior serta pihak kampus, Nasrul Abit juga mewanti-wanti agar saat pelaksanaan PKKMB jangan ada tindakan kekerasan dan bully apalagi persekusi terhadap mahasiswa Papua.

"Kita yakin dan percaya di UBH tidak akan ada kekerasan dan bully, kendati demikian, hal ini harus tetap diingatkan. Saya berpesan kepada BEM dan juga presidennya mengawal jangan sampai terjadi kekerasan dan bully, yang harus diprioritaskan adalah bagaimana agar mahasiswa baru ini segera menyatu dengan lingkungan kampus serta mereka juga punya kenangan manis yang akan meningkatkan semangatnya untuk kuliah, initinya adalah pembinaan. Jangan ada persekusi, ayo kita jalin persatuan dan kesatuan dengan bingkai NKRI," jelasanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Padang, Hendri Septa, dalam kuliah umum yang ia sampaikan mengatakan bahwa tantangan generasi muda sangat berat; ia harus bisa bersaing dengan pangsa pasar bebas. Oleh sebab itu, mahasiswa harus energik dan melek terhadap kemajuan teknologi. "Di samping itu, mahasiswa Universitas Bung Hatta harus terampil berbahasa asing. Tidak hanya kaya intelektual, mahasiswa harus santun dan berakhlak mulia, terutama kepada orangtua,"kata Wakil Wali Kota Padang, yang juga merupakan penggebuk drum pada sebuah band yang bernama Equator itu.

Di temui usai acara, Rektor UBH Azwar Ananda menyampaikan bahwa pada tahun akademik kali ini, UBH menerima sebanyak 1867 mahasiwa baru S1 dan 200 Pascasarjana. Bicara soal prodi favorit, Teknik Sipil dan PGSD menduduki posisi terbanyak.

Tahun ini, UBH mulai menerapkan kurikulum baru bagi mahasiswa baru, kurikulum yang dinilai sangat releven dengan tantangan dan kebutuhan zaman itu adalah Kurikulum Revolusi Industri 4.0 dengan berupa mempersiapkan lulusan UBH yang terampil berbahasa Inggris, teknologi informasi, yang juga dibarengi dengan sikap-sikap baik Bung Hatta.

"Tahun ini, mata kuliah Bahasa Inggris yang merupakan mata kuliah umum kita tingkatkan menjadi mata kuliah wajib dengan total enam SKS. Lulusan UBH harus memiliki keterampilan berbicara bahasa Inggris, presentation, dan TOEFL. Salah satu cara yang UBH tempuh adalah menjalin kerja sama dengan Oxford University berupa kuliah online,"katanya.

Saat ini, dalam kurun waktu 1 tahun, Universitas Bung Hatta telah berhasil meraih peringkat akreditasi A untuk lima program studi, yaitu Prodi Budidaya Perairan, Prodi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Prodi Teknik Sipil, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, dan Prodi Akuntansi. Yang tak kalah membanggakan, saat ini Prodi Quantity Surveyor atau Teknik Ekonomi Konstruksi (Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan) telah terakreditasi Internasional. Prodi Quantity Surveying (QS) FTSP UBH divisitasi oleh tim akreditasi Royal Institution of Surveyors Malaysia.

Tak jauh berbeda, Ketua Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Bung Hatta, H. Masri Hasyar, S.H, mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung penuh seluruh program yang diterapkan Rektor UBH dan jajaran.

"Salah satu dukungan itu yaitu Saar ini ada 37 dosen UBH yang menjadi asesor untuk melakukan uji kopetensi. Setiap lulusan UBH yang diwisuda diberi sertifikat kopetensi yang sangat berguna dalam mencari dan mendapatkan pekerjaan,"tutupnya.(**Rio/Humas)

Dilihat 407 ,Kali

Navigasi

Pilih Bahasa

Sosial Media