8 Maret 2018
Bunghatta.ac.id. Jurusan Sastra Jepang Universitas Bung Hatta kembali menyelanggarakan Festival Kebudayaan Jepang atau Bunkasai ke-18 yang bertajuk Inovasi Penuh Karya. Kegiatan ini bertempat di Gedung 4 dan Gedung 6 Blok B Kampus Proklamator II Universitas Bung Hatta selama tiga hari dari 08-10 Maret 2018.

Ketua Pelaksana Bunkasai ke-18 Universitas Bung Hatta, M Latif Ersa menyampaikan, dalam kegiatan kali ini sebanyak lebih dari 350 peserta mengikuti berbagi macam rangkaian acara yang diselenggarakan oleh panitia. Setidaknya terdapat 14 kegiatan perlombaan mulai dari singing contest, haiku, anime contest, kanji contest, essay, shuji, rodoku, dance, origami, mini drama, dikte kana, kana contest, cerdas cermat dan cosplay.

Dalam Bunkasai ke-18 Universitas Bung Hatta menampilkan pertunjukkan kesenian tari Minangkabau dan tari kontemporer Jepang, drama Jepang atau dorama ichi nensei, bazar kejepangan, obake house (rumah hantu) hingga berbagai tempat foto ikonik dengan nuansa seperti di Jepang.

“Bunkasai ke-18 Universitas Bung Hatta ini penuh dengan warna senja yang didominasi dengan merah dan jingga dan angka 18 ini juga menunjukan hari petang serta refleksi dari satu langkah untuk kemajuan serta semangat kebersamaan yang tak akan putus. Semangat ini juga dapat tertular kepada para peserta dan menjadi media pembelajaran untuk mengembangkan kemampuannya di bidang bahasa dan budaya Jepang,” imbuhnya.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta Dr. Elfiondri, SS, M.Hum menyebutkan Festival Kebudayaan Jepang Universitas Bung Hatta merupakan kegiatan rutin tahunan yang digagas oleh Himpunan Masyarakat Mahasiswa Jurusan Sastra Jepang Universitas Bung Hatta sejak tahun 2001. Selain itu juga Sastra Jepang Universitas Bung Hatta fokus untuk pengembangan lulusan yang siap bersaing di bidang pariwisata hingga penterjemah.

“Kegiatan ini sangat bagus untuk mahasiswa, karena menjadi bagian pengembangan soft skill dalam melatih kemampuan berkomunikasi, kerja sama yang tidak dipelajari dalam bangku perkuliahan. Kemudian sebagai wadah dalam menyalurkan dan mengembangkan antusiasme masyarakat Sumatra Barat terhadap ketertarikan dan keingintahuan pada bahasa dan kebudayaan Jepang,” sebutnya dosen Sastra Inggris Universitas Bung Hatta ini.

Kemudian Wakil Rektor III Universitas Bung Hatta Dr, Diana Kartika sangat mendukung setiap kegiatan yang diselanggarakan oleh mahasiswa. Setiap kegiatan kemahasiswaan harus terus berinovasi dan menjadi wadah pengembangan kreativitas mahasiswa. Hal ini juga dapat memberikan citra yang baik baik kualitas peguruan tinggi di sisi kegiatan kemahasiswaan terlebih dengan beragamnya prestasi yang diraih oleh mahasiswa.

Setiap tahunnya Universitas Bung Hatta menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan Ujian Kemampuan Bahasa Jepang dan saat ini telah dilengkapi fasilitas laboratorium bahasa dan studio sulih suara sebagai sarana penunjang pembelajaran dan praktik secara langsung oleh mahasiswa yang merupakan bantuan Hibah Grassroots Kebudayaan dari Pemerintah Jepang melalui Konsulat Jenderal Jepang.

“Kemudian mahasiswa Sastra Jepang Universitas Bung Hatta memiliki kesempatan untuk program pertukaran pelajar satu tahun ke Sonoda Women's University Jepang hingga program magang ke Jepang selama satu tahun. Bahkan untuk tahun 2018 ini, program magang ke Jepang sudah terbuka untuk seluruh program studi yang ada di Universitas Bung Hatta, tambahnya.

Staf Ahli Walikota Padang Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Ir. H Dian Fakri M.Sp mengapresiasi kegiatan Bunkasai yang diselenggarakan oleh mahasiswa Universitas Bung Hatta ini. Kegiatan ini juga sebagai wujud pengembangan visi Kota Padang sebagai kota pendidikan, perdagangan dan pariwisata. Kegiatan Bunkasai ini harus juga dipublikasikan ke media sosial, karena akan berdampak luar biasa dalam menarik pengunjung seperti halnya ketika berwisata di berbagai tempat di Kota Padang.

“Permerintah kota sangat mendukung kegiatan-kegiatan kreativitas seperti Bunkasai ini. Kedepannya dapat dikembangkan lebih luas lagi tidak saja dilingkungan Universitas Bung Hatta, tapi bisa ditempatkan semisalnya di Pantai Padang,” pesannya. (**Ubay-Humas UBH)

Dilihat 1160 ,Kali

Navigasi

Pilih Bahasa

Sosial Media