Detail Berita

Di Univesitas Bung Hatta, Ratusan Kepala Sekolah Se-Sumbar Ikuti Seminar Kiat Lulus Perguruan Tinggi Negeri
Di Univesitas Bung Hatta, Ratusan Kepala Sekolah Se-Sumbar Ikuti Seminar Kiat Lulus Perguruan Tinggi Negeri

Senin, 02 Februari 2026

Kolaborasi Dinas Pendidikan Pemprov.Sumatera Barat dengan Universitas Bung Hatta menggelar seminar Strategi Lulus Perguruan Tinggi Negeri Melalui SNBT, SNPB, & Seleksi Mandiri di Gedung Bung Hatta Convention Hall, Kampus 1 Universitas Bung Hatta, Ulak Karang, 31/1/2026.

Kegiatan yang diikuti oleh ratusan Kepala Sekolah dan Guru Bimbingan Konseling Siswa se-Sumatera Barat tersebut menghadirkan narasumber Ketua Umum Penaggung Jawab SNPMB 2004 sampai sekarang Prof.Dr.Eduart Wolok, ST.MT., Kepala Dinas Pendidikan Pemprov.Sumbar Habibul Fuadi, S.Pd.,M.Si dan Prof.Ganefri.P.hD, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2002-2004.

Rektor Universitas Bung Hatta Prof.Diana Kartika dalam sambutannya menyampaikan, bahwa seminar yang digelar memiliki makna strategis karena dalam masuk masuk perguruan tinggi saat ini yang menuntut kesiapan akademik, literasi numerasi, penalaran, serta pemahaman yang baik terhadap sistem seleksi yang terus berkembang.

Disebutkan Rektor, kepala sekolah dan guru menjadi sangat penting dalam membimbing siswa agar dapat mempersiapkan diri secara optimal, terarah, dan berintegritas.

Rektor menambahkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah merupakan kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan. Universitas Bung Hatta berkomitmen dan terus berperan aktif dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Sumatera Barat, baik melalui kegiatan akademik, pengabdian kepada masyarakat, maupun penguatan jejaring dengan sekolah-sekolah menengah

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., dalam paparannya menyampaikan sejumlah poin penting terkait prinsip, jalur, kuota, dan jadwal pelaksanaan seleksi mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) tahun depan.

Menurutnya SNPMB 2026 akan tetap mengacu pada pada tahun 2025 dan akan tetap menggunakan dua jalur seleksi, Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP)dan Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT).

Ia juga menekankan pentingnya dukungan pihak sekolah, khususnya dalam pelaksanaan SNBP. Ia mengimbau agar sekolah yang sudah memiliki akun SNPMB dan menghimbau kesungguhan dan supporting dari pihak sekolah untuk menyukseskan SNBP.

Sementara itu Kabid PSMA/SLB Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Barat Mahyan, S.Pd. MM memaparkan dukungan kebijakan dan Program Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam Penguatan Kesiapan Peserta Didik Menghadapi Seleksi Masuk PTN.

Menurutnya Seleksi masuk PTN yang semakin kompetitif diperlukan kebijakan dan program sistematis dan peran strategis Pemprov Sumbar. Ia menegaskan, bahwa komitmen pemerintah Pendidikan sebagai investasi daerah, kesetaraan akses pendidikan tinggi, peningkatan daya saing peserta didik, peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan.

Dalam paparannya ia menyimpulkan, bahwa Penguatan kesiapan peserta didik menghadapi seleksi masuk PTN merupakan agenda strategis daerah, Penguatan literasi menjadi fondasi utama kesiapan seleksi dan keberhasilan studi lanjut, Kebijakan daerah diarahkan secara sistemik, berkeadilan, dan berbasis data, Pendampingan sekolah diposisikan sebagai penguatan sistem, bukan sekadar bimbingan akademik, Kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan kebijakan, Program pendukung melengkapi kebijakan inti untuk memastikan keberlanjutan dan keadilan.

Ketua Yayasan Pendidikan Bung Hatta Prof.Ganefri.P.hD yang juga Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2002-2004 dalam kesempatan itu memaparkan tentang Menuju Pendidikan Tinggi yang Tepat: Dari SNBP, SNBT, Seleksi Mandiri hingga Pilihan "Perguruan Tinggi Swasta Berkualitas".

Dalam kesempatan itu Prof.Ganefri memaparkan sejarah Universitas Bung Hatta dan Perkembangannya dan capaiannya sampai saat ini antara lain Perguruan Tinggi Swasta yang meraih akreditasi Unggul pertama kali diwilayah LLDIKTI X.

Dipaparkan juga, bahwa dari 2.743 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) aktif di Indonesia, sekitar 170 PT telah memperoleh peringkat Akreditasi Unggul, atau setara dengan sekitar 6,20% dari total perguruan tinggi yang ada.

"Bagi PTS, capaian Unggul bukanlah hal mudah, melainkan bukti pemenuhan standar kualitas pendidikan tinggi yang tinggi dan berkelanjutan", jelasnya.

Ditegaskan Prof.Ganefri, bahwa Universitas Bung Hatta masuk 26 Perguruan Tinggi berperingkat Unggul di Sumatera Dari 546 PTN/PTS. Fakta tersebut menunjukkan bahwa dari 546 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Pulau Sumatera, hanya 26 perguruan tinggi yang berhasil mencapai peringkat UNGGUL (kurang dari 5% PT di Sumatera mampu menembus standar mutu tertinggi yang ditetapkan oleh BAN-PT).

Bagi PTS, tantangannya bahkan lebih kompleks, dengan keterbatasan dukungan fiskal negara, ketergantungan pada kepercayaan publik, serta dinamika keberlanjutan institusi, PTS yang mampu meraih status UNGGUL membuktikan dirinya sebagai institusi yang tangguh, adaptif, dan dikelola secara professional.

Dijelaskan, dari 36 program studi yang ada di Universitas Bung Hatta, 9 program studi berakreditasi Unggul, 24 program studi lainnya berakreditasi Baik Sekali dan dalam persiapan peringkat Ungggul.

"Saat ini Universitas Bung Hatta juga sedang mempersiapkan Fakultas Kedokteran dan sudah datang tim dari Kemenkes RI dan Konsil Kesehatan Indonesia dapat menjadi landasan memperkuat penyusunan dokumen pengajuan pendirian Fakultas Kedokteran Universitas Bung Hatta kepada Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi".imbuhnya.

Prof Ganefri juga menyampaikan, bahwa ada beberapa program studi vokasi di Universitas Bung Hatta yang sangat dibutuhkan dunia kerja kedepannya seperti Prodi Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan, Teknologi Rekayasa dan Komputer dan Jaringan di Fakultas Teknologi Industri serta Pendidikan Profesi Guru (PPG) di FKIP serta 8 Program Magister.

Diakhir penyampainnya Prof Ganeri menegaskan, bahwa lulusan PTS dan PTN memiliki tingkat employability yang sebanding "tidak terdapat perbedaan signifikan dalam kemampuan, keterampilan, maupun peluang kerja". Perbedaan keberhasilan kerja lebih banyak ditentukan oleh faktor individu, antara lain keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, pengalaman magang atau praktik selama kuliah, kemampuan komunikasi dan kerja sama, serta kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan industri.(*Ind)