148 Sepatu dari IMAPES UBH Untuk  Murid SD Lengayang. Korban Banjir Lengayang Berita Terbaru
Selasa, 11 April 2006
Universitas Bung Hatta

148 Sepatu dari IMAPES UBH Untuk Murid SD Lengayang. Korban Banjir Lengayang

Banjir bandang yang melanda Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan 25 Februari 2006 lalu, sampai saat ini masih menyisakan kesengsaraan dan keprihatinan masyarakat di sekitar kawasan tersebut. Banjir besar akibat meluapnya batang Kambang, tidak hanya merusak jalan dan jembatan tapi juga menghanyutkan rumah penduduk beserta isinya. Akibatnya banyak penduduk yang kehilangan tempat tinggal dan harus menumpang di rumah tetangga dan famili. Tidak itu saja, bagi anak-anak mereka yang sekolah, mereka kehilangan buku-buku pelajaran, pakaian seragam dan sepatu, sehingga sejak malapetaka itu datang banyak murid SD yang tidak bersepatu pergi ke sekolah dan sebagian besar menggunakan sandal jepit Prihatin dengan nasib murid-murid SD tersebut, Ikatan Mahasiswa Pesisir Selatan (Imapes) bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Hatta, Jumat (7/4/2006) lalu, mengantarkan langsung bantuan ke SD Negeri 14 Koto Baru dan SD N 17 Pasia Laweh. Bantuan berupa sepatu, kaus kaki, buku serta pakaian layak pakai senilai Rp5 juta tersebut, diantar dan dibagikan langsung oleh anggota IMAPES dan BEM Universitas Bung Hatta kepada murid murid SD. Untuk SD 14 Koto Baru Kec. Lengayang diserahkan bantuan sebanyak 48 paket dan untuk SD 17 Pasir Laweh diserahkan sebanyak 60 paket. Ketua IMAPES Yon Ahmadiarsih dalam kesempatan itu mengungkapkan, bantuan ini sengaja diantar dan dibagikan langsung ke tangan murid murid SD tersebut, dengan tidak mengecilkan arti keberadaan posko bencana alam yang telah dibentuk di Kecamatan Lengayang, tapi ini, murni keinginan kawan-kawan mahasiswa, karena dengan dibagikan langsung setidaknya mahasiswa yang berasal dari putra Pessel bisa melihat kondisi kampung mereka setelah diterpa musibah. “Tekad kawan-kawan untuk menyerahkan langsung bantuan ini kepada yang bersangkutan memang sudah bulat, buktinya, meski harus menempuh perjalanan yang cukup berat, sejauh lebih kurang 10 km dengan jalan kaki, untuk sampai ke SD 17 Pasia Laweh mereka tidak mengeluh. Mereka malah tersenyum bahagia ketika bantuan tersebut sampai ke tangan murid murid SD 17 Pasir Laweh,” terang Yon. Begitu juga sebaliknya, murid-murid SD tersebut terlihat bahagia dan senang karena esok hari mereka akan kembali bersekolah dengan sepatu baru. Seperti dikatakan Intan, salah seorang murid SD yang terkena musibah banjir ini, sejak sepatu dan buku-buku sekolahnya dihanyutkan banjir, ia terpaksa pergi ke sekolah menggunakan sendal jepit dan buku ala kadarnya. Wajah berseri-seri dan kegembiraan juga terlihat dari murid SD lainnya, yang sore itu terpaksa dipanggil ke sekolah untuk menerima paket, karena rombongan IMAPES sampai ke lokasi setelah jam sekolah habis, ucapan terima kasih dan haru sepertinya tak terucapkan oleh murid-murid SD yang masih lugu itu, karena bantuan pendidikan seperti ini, baru datang dari IMAPES dan BEM UBH Padang. Kepala Sekolah SD Negeri 17 Pasia Laweh Izal dan Kepsek SD Negeri 14 Koto Baru, Yusnimar Janir secara terpisah menyampaikan ucapan terimakasih kepada IMAPES dan BEM UBH yang telah peduli terhadap nasib murid-muridnya yang terkena musibah. Bahkan kata Izal, kepala SD 17 Pasia Laweh, ini merupakan bantuan pertama yang diantar langsung oleh donatornya dan ini juga bantuan pendidikan pertama yang kami terima. Kalau pun ada bantuan lain, itu baru berupa sembako,” sebut Izal.***